05 April 2025

Get In Touch

Revitalisasi THR-TRS, Pimpinan DPRD Surabaya AH Thony Harap Optimalkan Perkembangan Seni dan Budaya

Kondisi eks Taman Hiburan Rakyat (THR) dan Taman Remaja Surabaya (TRS) yang berlokasi di Jl Kusuma Bangsa Surabaya.(Diskominfo Surabaya)
Kondisi eks Taman Hiburan Rakyat (THR) dan Taman Remaja Surabaya (TRS) yang berlokasi di Jl Kusuma Bangsa Surabaya.(Diskominfo Surabaya)

SURABAYA (Lenteratoday)-Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya A Hermas Thony mendukung penuh rencana revitalisasi kawasan eks-Taman Hiburan Rakyat (THR) dan Taman Remaja Surabaya (TRS). Namun dia menekankan, revitalisasi harus mewujudkan optimalisasi dunia seni dan budaya di Kota Pahlawan.

"Harus bisa menjadi penggerak seni dan budaya Suroboyo ini makin berkembang. Bukan hanya taman bermain. Itu sama saja menduplikasi yang sudah ada. Harus lebih maju untuk pengembangan seni kota tercinta kita," kata Wakil Ketua AH Thony, Senin (24/6/2024).

Jika dilihat dari sejarahnya, kawasan ini dulunya merupakan lokasi digelarnya beragam pentas kesenian, mulai tingkat sekolah hingga profesional.

Di tempat itulah, kreasi seni dan aktivitas seni Surabaya tumbuh dan berkembang. Ludruk yang khas dengan kidungan hingga wayang orang bisa tampil di situ.Bahkan Srimulat juga lahir dan memiliki gedung di tempat bersejarah tersebut.

Namun sejak 2018, THR -TRS itu ditutup. Diakuinya, seni dan budaya di Surabaya meredup. Pihak ketiga yang mengelola wahana dan gedung pun mengembalikan aset milik Pemkot Surabaya.

Saat ini, Pemkot berencana mengintegrasikan kawasan eks THR dan TRS dengan Hi-Tech Mall Surabaya. Bahkan rencananya akan dikembangkan menjadi tempat konser bertaraf internasional. Dengan menyesuaikan kebutuhan era.

Tak hanya itu, ia juga meminta pemkot juga membangun ruang apresiasi bagi para pelaku seni yang ada di sana untuk mengembangkan potensinya. Ia meminta ruang apresiasi tersebut memiliki ciri khas kota Pahlawan. 

"Pak Wali bilang akan membangun ruang pertunjukan berskala internasional. Tapi itu juga harus memiliki ciri khas seperti gedung Opera yang di Australia. Saya harap Surabaya juga punya ciri khas itu. Jadi tidak hanya sekadar bangunan minimalis tanpa memperhatikan nilai estetikanya, tapi harus memiliki satu rasa filsafati, dan lainnya, Kita tidak ingin seperti gedung teater yang di Balai Pemuda. Setelah dibangun tapi sering kali kosong," jelasnya.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemkot Surabaya adalah dengan melakukan revitalisasi eks THR-TRS. Pimpinan DPRD itu pun menguraikan bahwa THR dan TRS adalah tempat bersejarah yang luar biasa bagi warga Surabaya.

Oleh karena itu, langkah menghidupkan kembali THR-TRS disebutnya memberikan angin segar bagi dunia kesenian di Kota Surabaya. "THR-TRS itu harus dipertahankan sebagai pusat kajian dan pengembangan budaya Surabaya," tandasnya.

Jadi Kawasan Multifungsi

Dalam rinciannya, Eks THR-TRS ada dua. Pemkot Surabaya sudah memetakan yang depan tempat bermain dan Gedung Srimulat. Satunya dengan luas 1,7 hektar (TRS) dan lainnya dengan luas 2,3 hektar (THR).

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya A Hermas Thony

Dua tempat terkenal itu akan menjadi tempat kreatif bagi pemuda. Selain itu ada tempat konser berkelas. Rencananya keduanya juga akan diintegrasikan dengan Hi-tech Mall untuk kegiatan e-sport dan kegiatan kreatif muda berbasis teknologi.

AH Thony yang politisi Gerindra menyebut bahwa itu adalah langkah maju Pemkot Surabaya dalam memberi ruang kreatif bagi anak muda. Selain itu yang juga perlu menjadi perhatian adalah pengembangan seni Surabaya.

Sebab dengan langkah itu, Kota Surabaya disebutnya memiliki banyak kelebihan. Yakni langkah dalam upaya kreativitas dan konsep pelaksanaan pertunjukan seni. Selain lebih kaya, berjalannya regenerasi tokoh kesenian juga optimal dengan ruang kreasi.

Pemkot ingin menjadikan eks THR-TRS itu sebagai kawasan multifungsi dengan konsep MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

Saat ini, Pemkot juga menyiapkan pembangunan lokasi konser di eks-lahan THR-TRS. Dampak terbesarnya adalah perekonomian masyarakat bergerak karena terbukanya kesempatan mendapatkan lapangan pekerjaan.

"Potensi bisa digali dari fasilitas tersebut, mulai dari pelaksanaan pentas dan sekaligus dikembangkan bakatnya. Masyarakat bisa mencari penghasilan," kata AH Thony.

Dia mendorong agar bisa disinergikan dengan pengembang untuk menjadikan keduanya menjadi ruang publik. Dengan konsep yang dirancang oleh Pemkot pada proses revitalisasi THR-TRS menjadi ruang publik multifungsi berpotensi menarik banyak investor.

"Bukan sekadar area publik tetapi area bisnis. Apalagi di sana juga ada kolam renang yang bisa jadi wahana wisata," katanya.

Selain melakukan revitalisasi untuk pertunjukkan seni, Thony juga menyarankan agar kawasan tersebut dilengkapi dengan mal yang menjual aneka makanan, lalu tempat untuk pameran, pusat oleh-oleh khas Surabaya, hingga pasar seni yang menjual karya-karya para seniman Surabaya.

"Kalau potensi itu bisa digali mulai dari pelaksanaan pentas dan sekaligus dikembangkan bakatnya. Masyarakat bisa mencari penghasilan," ucapnya.

Thony pun berharap, Pemkot Surabaya nantinya tak sekadar menyerahkan sepenuhnya urusan pengelolaan THR-TRS kepada unit pelayanan teknis daerah (UPTD), namun memberikan ruang inovasi bagi investor yang menanamkan modalnya.
 
"Dimasukkan ke UPTD yang tugasnya sebagai fasilitator, untuk urusan olahraga renang maupun konser sudah ada ahlinya sendiri-sendiri," tukasnya.

Reporter: amanah/Editor: widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.