KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat 210 data instansi pemerintah terdampak gangguan Pusat Data Nasional (PDN) yang diserang Brain Cipher Ransomware. Hacker pun telah meminta tebusan senilai US$ 8 juta atau Rp 131 miliar, untuk memulihkan kembali semua sistem yang dibobolnya itu. Dijelaskan, gangguan yang terjadi itu sebenarnya pada Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 yang berada di Surabaya. Pihaknya juga menyangkal soal kekhawatiran data masyarakat tersebar. Diketahui, PDN adalah wujud layanan publik terintegrasi melalui kehadiran pusat data di empat lokasi berbeda dengan kapasitas 43.000 core dan 72 Peta Byte. Di tengah serangan siber, PDN kini tengah dibangun di Cikarang dengan anggaran 164 juta euro atau Rp 2 triliun. Targetnya selesai bertepatan dengan perayaan hari kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2024 dan akan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2024/06/25062024.pdf
[3d-flip-book id="186093" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2024/06/25062024.pdf">