04 April 2025

Get In Touch

DPRD Surabaya Minta Pemkot Bentuk Satgas dan Tingkatkan Literasi Bahaya Judi Online

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti. (Amanah/Lenteratoday)
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti. (Amanah/Lenteratoday)

SURABAYA (Lenteratoday)- Wakil ketua DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk membentuk satgas terkait judi online. 

Karena menurutnya, praktik judi online ini berbahaya untuk generasi di masa mendatang, bangsa dan negara ini. 

"Sekarang pemerintah pusat membentuk satgas terkait dengan judi online. Saya kira ini juga perlu turun di tingkat daerah. Karena bagaimanpun pemerinthan daerah itulah yang berinteraksi dengan masyarakatnya," kata Reni, Rabu(26/6/2024).

Reni mengungkapkan jika beberapa dugaan-dugaan, bahwa judi online sudah merambah ke pelajar atau anak usia dibawah 10 tahun. 

"Saya kira informasi-informasi itu harus menjadi perhatian penting bagi Pemkot Surabaya. Karena bagaimanapun ini, bicara tentang kesejahteraan rakyat dan kesejahteraan rakyat tidak bisa terwujud kalau ada judi online. Kita fokus pada pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan lain-lain. Tapi kalau ada penyakit ini (judi online) dia akan merusak tatanan," ungkap Reni.

Guna mencegah hal tersebut, selain membentuk satgas, politikus PKS ini juga meminta Pemkot agar memberikan literasi terkait bahaya judi online. Dalam hal ini, Pemkot dapat menggandeng tokoh agama, guru, hingga para orang tua dalam memberikan literasi atau kesadaran bahwa judi online ini membahayakan dan ada di sekitar kita.

"Jadi literasi terkait judi online ini harus diperkuat lagi, jangan sampai menginformasi anak dan membuat anak penasaran ingin mencoba. Penyampainnya juga harus tepat, kemudian juga tokoh agama. Saya kira juga harus diperkuat penguatan karakter oleh tokoh-tokoh agama, dan pemkot bisa mensinergikan kekuatan itu. Jadi tidak hanya ngecekin handphone-nya anak-anak, tapi bagaimana pada sisi edukasi penguatan karakter melibatkan tokoh agama orang tua dan guru itu harus dilakukan," tukasnya.

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.