
WASHINGTON-Penyebaran virus Corona terus mengganas di Amerika Serikat. Negeri adikuasa itu mencatat 63.643 kasus baru dalam waktu 24 jam terakhir dikutip AFP, Sabtu (11/7/2020).
Mengejutkannya Presiden AS Donald Trump malah mendesak agar sekolah-sekolah kembali dibuka.Trump mengancam membekukan dana pendidikan federal jika sekolah tidak membuka pintu mereka untuk tahun akademik yang akan datang.
Kelompok masyarakat yang mewakili dokter, guru, dan pejabat sekolah nasional pun ramai-ramai menolak desakan itu."Lembaga kesehatan publik harus membuat rekomendasi berdasarkan bukti, bukan politik," demikian pernyataan American Academy of Pediatrics, dua serikat guru nasional dan kelompok pengawas sekolah.
"Kita harus menyerahkannya kepada para ahli kesehatan untuk memberi tahu kita kapan waktu terbaik untuk membuka gedung sekolah, dan mendengarkan pendidik dan administrator untuk membentuk bagaimana kita melakukannya," demikian bunyi pernyataan bersama AAP, Federasi Guru Amerika, Asosiasi Pendidikan Nasional dan Asosiasi Pengawas Sekolah.
Seruan mereka digemakan oleh dua kelompok medis - Masyarakat Penyakit Menular Amerika dan Asosiasi Kedokteran HIV.
Melansir Reuters, Trump meningkatkan ancamannya dengan mengatakan Departemen Keuangan akan memeriksa kembali status bebas pajak sekolah dan pendanaan federal mereka.
Presiden dari Republik itu pada pekan ini juga mengutarakan ancaman untuk mendeportasi siswa asing yang menghadiri universitas di Amerika Serikat jika sekolah mereka tidak menawarkan kelas secara langsung. Peraturan ini mendorong setidaknya dua tuntutan hukum.
Padahal, menurut data penghitungan yang dilakukan Universitas Johns Hopkins, hingga Jumat (10/7) pukul 20.30 waktu setempat, tercatat 774 orang meninggal karena COVID-19 di negara itu dalam waktu 24 jam terakhir.
AS masih menjadi negara yang paling terpukul di dunia oleh pandemi Corona. Hingga kini, AS telah mencatat total 133.969 kematian dari 3,18 juta kasus infeksi Corona.(afp,rtr)