Tanpa Surat Tugas dan Tidak Daftar Cawali, Hengky Klaim Diminta DPP PDIP Maju Pilwali Kota Blitar

BLITAR (Lenteratoday) - Mantan Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan mengklaim diminta maju Pilwali Kota Blitar oleh Sekjen dan Ketua DPP PDIP, padahal belum ada surat tugas resmi dan tidak pernah daftar calon wali kota Blitar.
Hal itu diungkapkan oleh Hengky Kurniawan di akun instagram pribadinya, dalam unggahannya tersebut mantan Bupati Bandung Barat itu mengklaim bahwa dirinya telah ditugasi untuk maju sebagai cawali Kota Blitar pada Pilkada 2024 mendatang.
Penugasan dan penunjukan itu, menurut Hengky disampaikan pada acara ziarah Haul Bung Karno yang ke 54 pada, Jumat(21/06/2024) lalu. Saat itu, politikus sekaligus aktris tersebut, mendapat wejangan langsung dari Sekjen PDIP dan Ketua DPP PDIP agar dirinya maju sebagai cawali Kota Blitar.
“Jumat lalu, tanggal 21 Juni 2024 saat mendampingi ibu Ketum Megawati ziarah kubur di Makam Bung Karno Kota Blitar. Saya mendapatkan arahan serta penugasan dari Mas Hasto dan Mas Djarot untuk maju di Pilwali Kota Blitar,” tulis Hengky Kurniawan di akun instagram pribadinya, Minggu(24/06/2024).
Padahal sebelumnya, DPP PDIP telah memberikan surat tugas pada Hengky untuk maju Pilbup Bandung Barat, Jumat(14/6/2024). Dimana PDIP mengeluarkan surat tugas bagi kadernya, untuk maju Pilkada serentak 2024 di Jawa Barat.
Sementara itu, Ketua DPC PDIP Kota Blitar, dr Syahrul Alim ketika dikonfirmasi mengenai klaim Hengky diminta DPP PDIP untuk maju Pilwali Kota Blitar 2024.
Syahrul mengaku sempat dipanggil oleh Ketua DPP PDIP, Djarot Syaiful Hidayat saat berziarah di Makam Bung Karno, Jumat(21/06/2024).
Saat itu, Syahrul diminta secara langsung oleh Djarot untuk membantu Hengky Kurniawan di Pilwali Kota Blitar 2024 mendatang.
Syahrul mengaku sempat kaget saat mendengar perintah dari Ketua DPP PDIP tersebut, pasalnya selama ini DPC tidak pernah komunikasi dengan Hengky Kurniawan terkait Pilwali.
"Itu mendadak sekali ketika disampaikan, saya ditimbali (dipanggil) Pak Djarot dan bilang tolong dibantu Mas Hengky untuk di Kota Blitar. Sebelumnya saya belum pernah komunikasi dengan Mas Hengky," ujar Syahrul, Rabu(26/06/2024).
Syahrul pun belum bisa memastikan apakah perintah tersebut sebagai rekom untuk Hengky, maju sebagai cawali Kota Blitar atau tidak.
Penyampaian perintah dari DPP tersebut juga bukan dalam forum resmi atau rapat, tapi secara lisan ketika bertemu dalam suatu acara.
"Kami tidak bisa memaknai itu ya, selama belum ada surat yang ditembuskan ke saya tidak berani bilang kemana," lajutnya.
Sekali lagi, Syahrul menegaskan belum bisa memaknai perintah tersebut. Hingga kini DPC PDIP Kota Blitar juga masih berpatokan, belum ada rekom resmi yang dikeluarkan untuk Cawali.
Ditanya mengenai pendaftaran dan penjaringan cawali dan cawawali Kota Blitar di DPC PDIP yang sudah ditutup, Syahrul mengaku yang mendaftar cawali 4 orang dan cawawali 4 orang serta tidak ada nama Hengky.
Karena pada saat itu, Hengky justru mendaftar sebagai calon Bupati (cabup) Blitar pada Pilbup Kabupaten Blitar 2024.
"Tapi mendaftar kan bisa di DPD dan DPP, itu waktunya bisa kapanpun sampai H-5 detik pun bisa," ungkap Syahrul.
Dengan tiba-tiba adanya semacam perintah atau instruksi dari DPP PDIP ini diakui Syahrul membuat bingung, karena selama ini DPC masih fokus pada proses penjaringan yang sudah sampai di tingkat DPD pungkasnya.
Reporter: Arief Sukaputra/Editor: Ais