BSSN Akui Data Tak Di-Backup, Menkominfo Didesak Mundur
"PAK Menteri, cukuplah semua kelalaian ini. Jangan jadikan data pribadi kami sebagai tumbal ketidakmampuan Anda. MUNDUR LAH!" Begitu tulis Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) di akhir petisi 'Kartu Merahkan Budi Arie'. Desakan agar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) mundur dari jabatannya ini terkait bobolnya Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) oleh serangan siber dalam bentuk ransomware. Hingga Kamis (27/6/2024) pukul 22.00 WIB sudah ada 4.191 tanda tangan terkumpul. Diketahui petisi ini baru digeber dalam dua hari terakhir. Dasarnya pun kuat, sebab Kemenkominfo merupakan lembaga negara yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan data dan informasi, termasuk keamanannya. Belajar dari Swedia, pada 2017 Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Swedia saat itu, Anders Ygeman dan Menteri Infrastruktur Swedia saat itu, Anna Johannson mengundurkan diri dan atau dipecat karena dugaan kebocoran data sensitif negara. Di Indonesia langkah tegas seperti itu tampaknya kecil kemungkinan terjadi. Padahal dengan jelas Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN, mengatakan alasan utama peretas bisa mencuri data dari PDNS adalah buruknya tata kelola. Dari hasil pengecekan, tidak ada backup atau cadangan data negara. DPR RI yang mendengar alasan tersebut menilai itu sebenarnya 'masalah kebodohan'. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2024/06/28062024.pdf
[3d-flip-book id="186509" ][/3d-flip-book]