05 April 2025

Get In Touch

Kemensos Belikan Rumah Janda Tiga Anak yang Hidup di Gubuk Tepi Tebing

Rumah gubuk di tepi tebing curam yang dihuni MArni dan 3 anaknya (atas) dan bawah rumah layak huni bantuan Kemensos untuk Marni dan keluarganya (bawah).(foto/ist/Antara)
Rumah gubuk di tepi tebing curam yang dihuni MArni dan 3 anaknya (atas) dan bawah rumah layak huni bantuan Kemensos untuk Marni dan keluarganya (bawah).(foto/ist/Antara)

POLEWALI MANDAR (Lenteratoday) - Kementerian Sosial (Kemensos) membelikan satu unit rumah beton layak huni, untuk janda tiga anak yang hidup memprihatinkan di tepi tebing curam perbukitan Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini beserta rombongan memberikan secara langsung bantuan rumah tersebut kepada Marni (43) beserta tiga anaknya yang masih belia itu, Selasa(2/7/2024).

"Rumah ini sudah bisa dihuni mereka hari ini juga," kata Mensos Risma.

Rumah beton dengan luas 6x10 meter tersebut, dibeli Kemensos secara kontan senilai Rp130 juta. Lengkap dengan jaringan listrik dan perabotan rumah tangga, yang serba baru termasuk ayam ternak dan sejumlah alat pertanian.

Dalam kesempatan itu, Risma berterima kasih kepada pihak pemerintahan desa, warga desa, dan kalangan pegiat media sosial yang telah menginformasikan kehidupan keluarga Marni hingga sampai kepada Kemensos.

Marni bersama tiga anaknya terpaksa hidup terlantar, berpindah-pindah dari rumah ke rumah sejak ditinggal pergi oleh suaminya tiga tahun lalu.

Hingga akhirnya bermukim menempati gubuk bambu, dengan atap daun kelapa dan bertiang kayu palang berukuran tak lebih dari 2x2 meter di tepi tebing curam dengan kemiringan sekitar 50 derajat.

​​​​Gubuk tersebut dibangun secara swadaya oleh warga Desa Batetangnga, yang telah ditempati keluarga itu tiga bulan terakhir.

"Tidak tahu apa yang akan terjadi, karena kondisi rumah tempat tinggalnya sangat membahayakan untuk siapapun, apalagi untuk anak-anak," kata Risma.

Dia berharap bantuan tersebut bisa bermanfaat, tak hanya bagi keluarga yang menerima bantuan tetapi juga para tetangganya.

Selain itu, Risma juga meminta secara khusus pemerintah daerah setempat agar segera mendata kemudian mendaftarkan Marni dan warga yang lain. Sebagai penerima manfaat sosial, sehingga mendapatkan pendampingan demi kehidupan yang lebih layak.

Pasalnya, berdasarkan keterangan dari pemerintah desa ada sekitar 30 persen dari total 6.372 kepala keluarga di Desa Batetangnga, yang masuk dalam kategori penerima manfaat namun belum terdata.

Sumber: Antara/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.