
BATU (Lenteratoday) - Revitalisasi bianglala di Alun-alun Kota Batu yang rencananya akan melibatkan pihak ketiga, mendapatkan sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batu. DPRD meminta pemerintah setempat agar revitalisasi fasilitas tersebut dilakukan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batu.
Wakil Ketua I DPRD Kota Batu, Nurochman, mengungkapkan ketidaksetujuannya pada rencana Pemkot Batu yang hendak mengandalkan investor untuk rencana revitalisasi bianglala.
Menurutnya, anggaran yang dibutuhkan tidak terlalu besar dan seharusnya dapat diakomodasi oleh APBD.
"Anggaran yang dibutuhkan untuk bianglala itu tidak terlalu besar menurut saya. Dan itu seharusnya kan masalah kecil, bisa kalau tidak mengandalkan investor. Malah kalau menggunakan APBD, toh nanti bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batu," ujarnya pada Rabu (3/7/2024).
Nurochman menegaskan, revitalisasi bianglala harus segera dilakukan mengingat fasilitas umum tersebut merupakan salah satu ikon Kota Batu. Politisi PKB ini juga berharap proses tersebut dapat dimulai tahun ini dengan dimasukkan ke Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2024.
Dalam konteks ini, Nurochman juga mengingatkan, Pemkot Batu perlu memperhatikan potensi peningkatan PAD jika bianglala tersebut dikelola secara langsung oleh pemerintah daerah. Dengan begitu, manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Namun, menurutnya hingga saat ini Pemkot Batu masih bersikukuh untuk menggandeng investor dalam proyek pembaruan bianglala tersebut. Menurutnya, Pemkot beralasan bahwa kerjasama dengan pihak ketiga akan mengurangi beban anggaran daerah yang digunakan.
Sebab diketahui sebelumnya, Pemkot Batu telah menerima banyak minat dari investor terkait proyek ini. Meski demikian, hingga kini belum ada kejelasan mengenai pelaksanaannya.
Untuk hal ini, Nurochman berharap dengan pembaruan bianglala yang menggunakan APBD, pengelolaannya dapat lebih transparan dan akuntabel. Dewan juga mengingatkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses ini.
"Kita ingin semua proses ini dilakukan dengan transparan dan melibatkan partisipasi masyarakat, sehingga hasilnya nanti benar-benar bisa dinikmati oleh semua pihak," pungkas Nurochman.
Di sisi lain, berdasarkan pantauan di lapangan, masyarakat Kota Batu sendiri menyambut baik rencana pembaruan bianglala tersebut. Banyak yang berharap pembaruan ini dapat segera terealisasi sehingga Alun-alun Kota Batu dapat semakin menarik bagi wisatawan.
Pasalnya selama ini, bianglala yang ada di Alun-alun Kota Batu telah menjadi salah satu daya tarik utama bagi pengunjung, baik dari dalam maupun luar kota. (*)
Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi