06 April 2025

Get In Touch

Sekda Kota Kediri Tekankan Pentingnya Kolaborasi dan Komitmen Bersama untuk Penanganan Stunting

Sekda Bagus Alit (duduk di depan kedua dari kiri) saat memimpin monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan intervensi serentak pencegahan stunting di Kota Kediri
Sekda Bagus Alit (duduk di depan kedua dari kiri) saat memimpin monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan intervensi serentak pencegahan stunting di Kota Kediri

KEDIRI (Lenteratoday) - Sekretaris Daerah Kota Kediri, Bagus Alit, menekankan sangat penting kolaborasi dan komitmen bersama untuk penanganan stunting di Kota Kediri. Hal itu disampaikan saat memimpin monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan intervensi serentak pencegahan stunting, Rabu (3/7/2024).

Kegiatan di Ruang Joyoboyo tersebut mengundang seluruh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Kediri guna mengetahui hasil capaian pelaksanaan intervensi serentak pencegahan stunting di Kota Kediri yang telah dilakukan selama Juni 2024. Sekaligus menindaklanjuti surat edaran Kemendagri tentang pengukuran dan intervensi serentak pencegahan stunting.

"Jika kita memiliki komitmen yang sama dan kuat, maka dalam hal penanganan stunting ini tidak akan sulit. Jangan ada ego sektoral dan semua harus memiliki niat dan tujuan sama penanganan stunting di Kota Kediri harus dilakukan lebih serius," tuturnya didampingi Kepala DP3AP2KB serta Sekretaris Bappeda.

Selanjutnya, dia memaparkan kegiatan pendukung yang telah dilakukan Pemkot Kediri sekaligus kendala yang dihadapi dalam melakukan intervensi serentak pencegahan stunting. Dalam kesempatan tersebut Bagus Alit sekaligus memastikan '10 PASTI' yakni program strategis yang telah dirumuskan pemerintah dalam intervensi serentak penanganan stunting bisa dilaksanakan secara optimal oleh OPD terkait.

Program ini mencakup; memastikan pendataan seluruh calon pengantin, ibu hamil dan balita, memastikan alat antropometri tersedia di posyandu, memastikan kader posyandu memiliki keterampilan dalam penimbangan dan pengukuran.

Selanjutnya memastikan ketersediaan pembiayaan pelaksanaan intervensi serentak termasuk rujukan kasus ke fasilitas layanan kesehatan, memastikan dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan intervensi serentak, memastikan pencatatan hasil penimbangan dan pengukuran serta intervensi ke dalam sistem informasi (e-PPGBM) dihari yang sama.

Berikutnya, memastikan calon pengantin, ibu hamil dan balita mendapatkan edukasi, memastikan ibu hamil dan balita yang bermasalah dengan gizi mendapatkan intervensi, dan memastikan penimbangan dan pengukuran menggunakan antropometri terstandar.

"10 PASTI ini saya harapkan bisa dilakukan dengan baik oleh OPD terkait sehingga apa yang kita lakukan bisa sesuai atau bahkan melebihi target yang telah kita sepakati," terangnya.

Disampaikan pula sebagai rencana tindak lanjut akan dilakukan beberapa hal berikut, yakni; mengoptimalkan peran masyarakat dalam menggerakan balita ke posyandu, instruksi bagi kelurahan melalui P3NK agar mensyaratkan pendaftaran elsimil untuk pengantar nikah kelurahan.

Tindak lanjut berikutnya; monitoring Dinas Kesehatan ke puskesmas agar memastikan keberlanjutan kegiatan ini dilaksanakan kontinye setiap bulan, dll. "Saya harapkan nanti ada evaluasi yang kita laksanakan setiap 3 bulan supaya apa yang telah kita lakukan bisa berkelanjutan dan mewujudkan Kota Kediri menjadi zero stunting," ajaknya.(*)

Reporter: Gatot Sunarko | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.