05 April 2025

Get In Touch

Pemkot Kediri Bahas Pemberdayaan 12.000 Perempuan Kepala Keluarga

Diskusi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dengan kelompok kerja (pokja) Pengarus Utamaan Gender (PUG) Kota Kediri.
Diskusi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dengan kelompok kerja (pokja) Pengarus Utamaan Gender (PUG) Kota Kediri.

KEDIRI (Lenteratoday) - Pemkot Kediri akan memberdayakan 12.000 Perempuan Kepala Keluarga (PEKA) di Kota Kediri, dengan diberi bantuan sesuai kebutuhan, seperti pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha ataupun bantuan sosial.

Rencana tersebut menjadi pembahasan dalam diskusi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dengan kelompok kerja (pokja) Pengarus Utamaan Gender (PUG) Kota Kediri di OPD, kecamatan dan kelurahan untuk berdiskusi bersama di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan Kota Kediri, Rabu(10/7/2024).

Kepala DP3AP2KB, Arief Cholisudin melalui Kepala Bidang Perberdayaan Perempuan, Estu Weningsari mengatakan kegiatan ini, merupakan salah satu upaya mewujudkan capaian penilaian PUG di tahun 2025 mendatang.

Terkait PEKA, Estu menjelaskan perempuan kepala keluarga ini tidak hanya janda, tapi juga perempuan dengan suami tidak bisa bekerja, dan termasuk anak perempuan tulang punggung keluarga. “Dari survei yang dilakukan di Kota Kediri terkait PEKA ini, ada sekitar 12.000 perempuan kepala keluarga di Kota Kediri,” ujarnya seperti dikutip dari rilis dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Kamis(11/7/2024).

Dijelaskan lebih lanjut perempuan-perempuan yang telah terdaftar dalam data PEKA ini akan diberdayakan. “Sudah tugas kita untuk memberdayakan perempuan-perempuan ini untuk bisa menjadi perempuan yang tangguh,”pungkasnya.

Terakhir Estu berharap dengan PUG ini, kita ingin perempuan di Kota Kediri tidak merasa dikesampingkan, tapi ada dukungan dari Pemkot Kediri lewat program-program OPD. “Jika dari Pemkot Kediri bisa memfasilitasi dan mendukung, Inshaallah perempuan-perempuan di Kota Kediri bisa berdaya,”ujarnya.

Diskusi yang diadakan DP3AP2KB di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan Kota Kediri, Rabu (11/7/2024) tersebut untuk menyamakan persepsi tentang gender dan isu gender di Kota Kediri, serta membahas konsep PUG, prasyarat dan penyelenggaraan PUG dalam pembangunan versi revitalisasi. Kegiatan dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkot Kediri, Mandung Sulaksono.

Saat membuka acara, Mandung mengatakan kegiatan Revitalisasi PUG bagi kelompok kerja PUG Kota Kediri ini untuk mereview kembali kegiatan ataupun program OPD yang selama dilaksanakan di internal Pemkot Kediri.

Salin itu, masih ujar Mandung, setiap 2 tahun sekali Kementerian PPA juga mengadakan penilaian PUG di tingkat kota/kabupaten se-Indonesia. Di tahun 2023 Pemkot Kediri berhasil meraih tingkat Nindya setelah bertahan 4 tahun di tingkat Madya.

“Alhamdulillah ditahun kemarin kita bisa memperoleh tingkat Nindya. Targetnya di tahun 2025 nanti naik ke tingkat Utama,” ujarnya.

Mandung juga mengatakan kepada OPD yang hadir untuk dapat kembali membuka kegiatan dan program yang telah dilaksanakan dan dapat merencanakan kegiatan dan program dengan PUG di setiap OPD.

“Marilah kita menyempurnakan kekurangan-kekurangan di penilaian PUG pada 2023 lalu dengan kegiatan di wilayah panjenengan masing-masing. InshaAllah dengan komitmen bersama, kekompakkan, kebersamaan dan perjuangan kita, Kota Kediri akan menjadi lebih baik,” katanya.

Reporter: Gatot Sunarko,Rls/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.