01 April 2025

Get In Touch

Selama 2024, RSUD dr Soetomo Surabaya Alami 15 Ribu Upaya Peretasan Data

Ilustrasi hacker meretas data.(foto/ist.Kompas)
Ilustrasi hacker meretas data.(foto/ist.Kompas)

SURABAYA (Lenteratoday) - Selama 2024 periode Januari hingga Juli ini, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo sudah mengalami belasan ribu upaya peretasan data. Namun, ancaman itu disebut bisa ditangani sebelum mengganggu sistem data.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur (Diskominfo Jatim), Sherlita Ratna Dewi Agustin mengatakan total sekitar 15.000 percobaan peretasan ke data penyimpanan RSUD dr Soetomo.

"(Sebanyak) 15.000 (percobaan peretasan) berhasil diblok, dari Januari sampai 7 Juli 2024, di RSUD dr Soetomo ada 38 domain, lima paling tinggi (terima ancaman)," kata Sherlita di RSUD dr Soetomo, Rabu(10/7/2024).

Sherlita mengungkapkan para peretas tersebut langsung bisa diidentifikasi asalnya, mereka mayoritas berasal dari negara Singapura, Amerika, Bulgaria, Britania Raya dan Finlandia. Oleh karena itu, dia menyarankan instansi di bawah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim untuk menggunakan domain Jatimprov.go.id agar mendapatkan bantuan pengecekan secara berkala.

"Dia (Jatimprov.go.id) punya dua keuntungan, satu resmi sebagai aplikasi website-nya Pemprov Jatim. Kedua, mendapatkan bantuan monitoring dan pengawasan dari Kominfo," jelasnya.

Sementara itu, Dirut RSUD dr Soetomo, Prof dr Cita Rosita Sigit Prakoeswa mengatakan pihaknya menyadari rumah sakit menjadi sasaran peretasan, karena memiliki banyak data pasien.

"Rumah sakit menjadi sasaran empuk, karena ribuan pasien ada di sini. Kami dengan 1.300 tempat tidur dan puluhan pasien ada di poli klinis, ya jangan sampai terjadi (peretasan)," kata Cita.

"Peretas itu enggak ngapa-ngapain cuma nemplok saja, contohnya tiba-tiba ada data vaksin merah putih muncul ternyata itu bukan data pasien, iseng mungkin. Cuma itu membuat saya degdegan," tambahnya.

Lebih lanjut, Cita menyebut pihaknya sudah memiliki 60 IT yang bekerja selama 24 jam untuk melindungi data pasien. Selain itu, para pegawai juga dilarang menggunakan komputer sembarangan.

"Kami sudah mengeluarkan SE direktur, untuk memperingatkan karyawan bahwa jaringan di Soetomo hanya untuk pekerjaan dan tidak untuk mengakses situs yang lain, seperti judi online," tutupnya.

Sumber: Kompas/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.