04 April 2025

Get In Touch

Perkuat Daya Tarik Wisata, Pemkot Malang Andalkan CSR untuk Pengecatan KWJ dan Kampung Tridi

Nampak kondisi warna cat mulai memudar di Kampung Warna-warni Jodipan (KWJ), Kecamatan Blimbing,Kota Malang. (Santi/Lenteratoday)
Nampak kondisi warna cat mulai memudar di Kampung Warna-warni Jodipan (KWJ), Kecamatan Blimbing,Kota Malang. (Santi/Lenteratoday)

MALANG (Lenteratoday) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bakal melibatkan pihak swasta, untuk melakukan pengecatan ulang di dua kampung tematik. Untuk memperkuat daya tarik wisata di Kampung Warna-warni Jodipan (KWJ) dan Kampung Tridi, dengan menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, menegaskan fokus Pemkot bukan pada konsep baru, melainkan penguatan dan peningkatan potensi yang telah ada di kampung-kampung tersebut. Sebab saat ini, cat di KWJ dan Tridi nampak memudar. Hal ini berpotensi mengurangi daya tarik visual, yang menjadi keunggulan utama kampung-kampung tersebut sebagai destinasi wisata.

"Saat ini catnya di dua kampung itu sudah mulai memudar, dan ini sedang kami lakukan upaya untuk melakukan pengecatan ulang. Dengan mengandalkan bantuan dari CSR yang sudah menjanjikan bantuan untuk harga cat," ujar Baihaqi, Sabtu (13/7/2024).

Baihaqi menjelaskan pengecatan ulang ini, juga membutuhkan biaya pengerjaan yang cukup besar. Untuk itu, pihaknya mengaku telah berkolaborasi dengan berbagai pihak guna merealisasikan hal tersebut.

"Ada perusahaan cat yang akan memberikan potongan harga hingga 50 persen, tapi untuk biaya pengerjaannya kami sedang mencari bantuan juga. Ini yang sedang kita pikirkan, dan harus dibahas secara teknis dengan stakeholder terkait," jelas Baihaqi.

Lebih lanjut, Baihaqi juga menyampaikan biaya perawatan Kampung Warna-warni Jodipan dan Kampung Tridi, sepenuhnya ditanggung oleh masyarakat setempat. Melalui pendapatan dari penjualan tiket pengunjung.

Baihaqi menegaskan kampung-kampung ini merupakan aset masyarakat, sehingga partisipasi warga dalam pemeliharaan sangat penting.

"Pemerintah Kota Malang hadir dalam rangka pembinaan, pemberdayaan masyarakat, dan tata kelola," papar Baihaqi.

Selain itu, menurutnya Pemkot juga berperan sebagai penghubung dalam mencari sumber bantuan lain, seperti dari CSR.

"Kalau secara penuh ditanggung pemerintah, saya rasa tidak bisa," tegasnya.

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.