06 April 2025

Get In Touch

Meski PDIP Tugaskan Sanusi, Bacabup Malang Abah Gun Tetap Konsolidasi Pemenangan Pilbup 2024

Bacabup Malang, Abah Gun bersama kader PDI Perjuangan Kabupaten Malang.
Bacabup Malang, Abah Gun bersama kader PDI Perjuangan Kabupaten Malang.

SURABAYA (Lenteratoday) – Meskipun secara resmi DPP PDIP memberikan surat tugas kepada incumbent Bupati Malang, Sanusi. Kandidat bakal calon Bupati (bacabup) Malang sesama kader PDIP, Gunawan Wibisono biasa disapa Abah Gun tetap getol konsolidasi pemenangan Pilbup di tataran akar rumput PDI Perjuangan.

Konsolidasi tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) hingga Ranting PDI Perjuangan tersebut, sebagai agenda wajib DPC partai untuk mengadakan Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) di setiap kecamatan per kabupaten/kota setempat.

“Saya berterima kasih kepada DPP PDI Perjuangan, di mana melalui DPC partai telah memberi penugasan, fasilitasi dalam wilayah pengampuan saya untuk memimpin konsolidasi pemenangan Pilkada 2024,” terang Abah Gun, Senin(15/7/2024).

Wakil Ketua Bidang Industri, Tenaga Kerja, Jaminan Sosial, Koperasi dan UMKM DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang itu membeberkan, agenda dalam Rakorcab tersebut ialah untuk menguatkan kembali semangat loyalitas kader banteng untuk tegak lurus pada perintah partai dan loyal kepada rakyat.

“Dalam arti loyal kepada rakyat. Kenapa demikian? sebab partai ini didirikan sebagai alat perjuangan membentuk dan membangun karakter bangsa,” imbuhnya.

Pria yang juga Anggota DPRD Jatim itu menuturkan bahwa hal tersebut sejatinya instruksi dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri untuk senantiasa membumikan ideologi partai di tengah masyarakat, utamanya Kader PDI Perjuangan sendiri.

Sementara saat ditanya soal rekomendasi, Abah Gun akan tegak lurus terhadap kebijakan DPP PDI Perjuangan. Sekalipun saat ini surat tugas Bacabup Malang sudah diberikan kepada petahana Sanusi, ia menegaskan sebagai kader hanya berkewajiban menjalankan tugas dan bertanggung jawab atas kebijakan DPP.

“Selama menjalani karir sebagai politisi, saya tidak pernah berpikir pamrih. Melaksanakan tugas adalah bagian dari tanggung jawab,” katanya.

“Sebab jika berharap dan hasilnya tidak sesuai ekspektasi, malah akan sakit hati. Pada akhirnya, pimpinan dan masyarakat lah yang akan menjadi penguji setia, siapa yang paling siap dalam hal ini,” pungkasnya.

Reporter: Pradhita/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.