
JAKARTA (Lenteratoday) - Anggota Komisi X DPR RI, Djohar Arifin Husin, menilai perlu ada pemeliharaan serius terhadap setiap fasilitas yang digunakan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI. Hal itu dalam rangka menjaga keberlanjutan dan manfaat jangka panjang dari infrastruktur yang berasal dari uang negara.
"Kami tidak mau seperti terjadi di beberapa tempat, setelah PON selesai, fasilitas menjadi rusak dan terbengkalai,” tegas Djohar usai meninjau lokasi pembangunan Sumut Sport Center di Deli Serdang, Sumatera Utara, dilansir DPR, Senin (15/7/2024).
Ia menekankan bahwa setelah PON berakhir, banyak fasilitas olahraga terbengkalai karena kurangnya perawatan. "Tidak ada pemeliharaan, sehingga proyek yang begitu besar, memakan uang yang begitu banyak, terbengkalai, tersia-siakan,” ungkapnya.
Anggota Legislatif Dapil Sumut III tersebut juga mengemukakan solusi konkret untuk memaksimalkan penggunaan stadion dan fasilitas lainnya usai penyelenggaraan PON. "Oleh karena itu, saya minta ada langkah-langkah membuat stadion bisa dipakai umum," kata Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.
Salah satu usulannya adalah mengubah ruang-ruang di bawah tribun menjadi aula yang dapat disewakan untuk berbagai acara seperti pernikahan dan kegiatan komunitas lainnya. "Ada ruangan-ruangan yang bisa aula yang dipakai di bawah tribun itu, dikemas. Atau kegiatan lainnya, banyak kegiatan lah," jelasnya.
Senada, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih mendorong adanya kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti Universitas Negeri Medan untuk memaksimalkan pemanfaatan venue ini untuk kegiatan pendidikan dan olahraga. Hal tersebut agar fasilititas yang telah dibangun dengan biaya yang besar ini tidak menjadi sia-sia setelah pelaksanaan PON berakhir. (*)
Reporter : Sumitro | Editor : Lutfiyu Handi