06 April 2025

Get In Touch

Politisi Golkar Ini Sesalkan Insiden Kekerasan yang Mengancam Demokrasi

Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid - dok DPR
Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid - dok DPR

JAKARTA (Lenteratoday) - Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid, mengecam dan mengutuk keras insiden penembakan yang menimpa kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat menyampaikan pidato kampanye di Pennsylvania, Amerika Serikat, Sabtu (13/7/2024) waktu setempat. Dia menilai tindakan tersebut mengancam demokrasi.

"Saya mengecam dan mengutuk keras kejadian penembakan mantan Presiden AS serta calon presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump," kata Meutya dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/7/2024).

Menurut politisi Fraksi Partai Goklar itu, kekerasan politik yang memberi ancaman terhadap demokrasi tidak dapat ditoleransi, apa pun bentuknya. "Kekerasan politik dalam bentuk apa pun tidak memiliki tempat di tengah masyarakat kita. Kita harus berani melawan segala bentuk kekerasan yang mengancam demokrasi," katanya.

Meutya memandang insiden penembakan yang dialami Trump tersebut dapat menjadi momen reflektif untuk senantiasa menghargai perbedaan pendapat dalam berdemokrasi. Kejadian itu menjadi momen untuk mengingatkan semua pihak terus menghormati sistem demokrasi dan adanya perbedaan pendapat.

"Kami turut berbelasungkawa dan menyampaikan rasa duka mendalam terhadap para korban, dan berharap Donald Trump serta korban lainnya segera pulih," tutupnya.

Diketahui, Donald Trump ditembak saat sedang pidato di rapat umum di Pennsylvania. Saat dia sedang berbicara, tiba-tiba terdengar suara tembakan berkali-kali. Trump selanjutnya bersembunyi di balik podium. Secret Service langsung bergerak dengan mengamankan kandidat sekaligus eks presiden AS itu.

Ketika hendak pergi dari podium, Trump tampak mengepalkan tangan ke para pendukungnya. Dia bahkan sempat berteriak "lawan". Pelaku sendiri disebut-sebut melancarkan aksinya dari atap gedung di luar lokasi kampanye. Dia dilaporkan tewas usai ditembak anggota Secret Service.

FBI belakangan mengidentifikasi jika pria bersenjata itu adalah Thomas Matthew Crooks, 20 tahun, dari Bethel Park, Pennsylvania. Pihak berwenang mengatakan ia melepaskan beberapa tembakan dari atap gedung di luar lokasi kampanye sebelum ia dibunuh oleh agen Secret Service.

Pihak berwenang menggunakan pistol untuk membantu menentukan identitas penembak, karena dia tidak memiliki tanda pengenal, menurut sumber penegak hukum. Crooks melancarkan aksinya dari atap gedung di luar lokasi kampanye saat Trump sedang berpidato. (*)

Reporter : Sumitro | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.