05 April 2025

Get In Touch

Hanya 2 Jam Setelah Kejadian, Polisi Ringkus Pelaku Pembacokan Pemilik Salon di Surabaya

Polsek Wonocolo merilis kasus pembacokan pemilik salon di Margerejo, Surabaya.
Polsek Wonocolo merilis kasus pembacokan pemilik salon di Margerejo, Surabaya.

SURABAYA (Lenteratoday) – Kepolisian Sektor Wonocolo berhasil menangkap pelaku pembacokan pemilik Salon Yeny di Margerejo, Surabaya, hanya dalam waktu sekitar 2 jam setelah kejadian.

Kapolsek Wonocolo, Kompol M. Sholeh mengonfirmasi penangkapan pelaku berinisial DCY (24), warga Tambak Asri XXIV 49, Kecamatan Krembangan di Daerah Surabaya Utara saat kabur usai melakukan pembacokan.

"Kami berhasil menangkap pelaku DCY (24) warga Tambak Asri XXIV 49, Kecamatan Krembangan, yang membacok korbannya di Salon Yeny, lebih kurang 2 jam setelah kejadian" ungkap Kompol M. Sholeh, Selasa(16/7/2024).

Sholeh menjelaskan bahwa pelaku datang ke salon dengan niat untuk menyemir rambut, meski sebenarnya tidak memiliki uang.

"Modusnya datang berniat untuk menyemir rambut, padahal dia tidak punya uang. Dia sengaja datang membawa clurit," imbuhnya.

Saat diminta membayar setelah mendapatkan layanan di salon, DCY mencoba mengancam pemilik salon dengan clurit yang dibawanya.

"Jadi ketika disuruh bayar, dia membalas dengan mengancam pemilik salon. Tujuannya mengancam agar bisa tidak bayar," jelasnya.

Namun, pemilik salon bereaksi terhadap ancaman tersebut, sehingga pelaku melakukan tindakan kekerasan yang berujung pada pembacokan.

Korban saat ini masih dalam perawatan di RS AL Surabaya, setelah menderita luka berat akibat insiden tersebut.

"Sampai saat ini korban masih ada di RS AL dalam perawatan," kata Kompol M. Sholeh.

DCY kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

"Tersangka dijerat pasal 351 Ayat (2) KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan korban luka berat, dan Pasal 2 Ayat (1) UU RI No. 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam tanpa izin," tegas Kompol M. Sholeh.

Reporter: Pradhita/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.