05 April 2025

Get In Touch

Israel Serang Al-Hudaydah di Yaman, Houthi Janji Menanggapinya

Ledakan di pelabuhan Al-Hudaydah, Yaman saat diserang pesawat tempur Israel pada 20 Juli 2024. Foto Angkatan Bersenjata Yaman
Ledakan di pelabuhan Al-Hudaydah, Yaman saat diserang pesawat tempur Israel pada 20 Juli 2024. Foto Angkatan Bersenjata Yaman

SURABAYA (Lenteratoday) - Angkatan Bersenjata Israel (IDF) balas menyerang kota pelabuhan Al-Hudaydah atau Hodeidah di Yaman pada Sabtu (21/72024). Serangan tersebut dilakukan setelah merasa kecolongan drone Houthi yang meledak di tengah Kota Tel Aviv. IDF mengklaim hanya menyerang sasaran militer, tapi korban sipil berjatuhan.

Drone Houthi berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel pada Jumat (19/72024). Pesawat tak berawak itu lalu menghantam sebuah blok apartemen di dekat kantor cabang Kedutaan Besar Amerika Serikat di Tel Aviv. Satu orang dilaporkan tewas dan sedikitnya 10 orang cedera.

Militer Israel bingung kenapa drone Houthi bisa sampai ke Tel Aviv, wilayah yang selama ini dianggap paling aman di Israel. Menurut IDF, sistem pertahanan mereka telah mendeteksi kedatangan drone itu tapi anehnya hal itu tidak memicu alarm tanda bahaya sebagaimana mestinya.

Militer Israel lalu membalas serangan Houthi itu dengan menyasar Al-Hudaydah. "Pada malam ini, Sabtu, 14 Muharram 1446 Hijriyah atau 20 Juli 2024, pesawat tempur Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap fasilitas sipil pemerintahan Al-Hudaydah," kata media Angkatan Bersenjata Yaman, yang dikuasai Houthi. Serangan pesawat tempur F-35 itu menyasar bangunan sipil, tangki minyak, dan pembangkit listrik.

Kementerian Kesehatan Yaman melaporkan bahwa ada korban jiwa dan luka-luka akibat serangan Israel terhadap fasilitas penyimpanan minyak di pelabuhan itu. Kementerian mencatat 3 orang tewas dan 87 orang menderita luka bakar parah akibat serangan tersebut.

Militer Israel mengklaim mereka hanya membidik sasaran militer. "Al-Hudaydah adalah pelabuhan utama Yaman untuk mengirim senjata dari Iran, seperti drone yang menyerang pada Jumat pagi," kata Laksamana Muda Daniel Hagari, juru bicara IDF.

“Serangan Israel yang perlu dan proporsional dilakukan untuk menghentikan dan mengusir serangan teror Houthi setelah 9 bulan serangan udara terus menerus terhadap wilayah Israel.”

Al-Hudaydah adalah kota terbesar keempat di Yaman yang terletak di pesisir Laut Merah dan menjadi pusat kegubernuran Al-Hudaydah. Pada 2023, populasi kota itu diperkirakan sekitar 735.000 jiwa.

Mohammed Abdulsalam, juru bicara Ansarullah, nama resmi Houthi, menyatakan bahwa agresi Israel itu, yang bertujuan untuk melipatgandakan penderitaan rakyat dan menekan Yaman agar berhenti mendukung Gaza, adalah mimpi yang tidak akan menjadi kenyataan.

“Apa yang kami tekankan adalah bahwa agresi terang-terangan ini hanya akan membuat rakyat dan Angkatan Bersenjata Yamannya yang berani lebih bertekad, tabah, dan terus-menerus, dengan cara yang semakin meningkat, untuk mendukung Gaza. Rakyat Yaman mampu menghadapi semua tantangan untuk mencapai kemenangan atas ketidakadilan yang terjadi di Palestina dan rakyat Gaza,” kata Abdulsalam, seperti dikutip media Yaman, Al Masirah, pada Minggu (21/72024).

Serangan langsung Israel ke Yaman ini dikhawatirkan akan meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah. Israel kini menghadapi serangan Hizbullah di Libanon, Hamas di Palestina, Houthi di Yaman, dan Perlawanan Islam di Irak.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres memperingatkan soal kemungkinan meluasnya konflik di Timur Tengah. “Satu tindakan gegabah—satu kesalahan perhitungan—dapat memicu bencana yang melampaui batas negara dan, sejujurnya, di luar imajinasi,” kata Guterres pada Juni 2024.

Sementara, kelompok Houthi Yaman, Sabtu (20/7/2024), berjanji untuk menanggapi serangan udara Israel di Yaman barat.

Serangan Israel terhadap Al Hudaydah "bertujuan untuk memperburuk penderitaan rakyat dan menekan Yaman untuk berhenti mendukung Gaza," kata Mohammed Abulsalam, juru bicara Houthi dalam sebuah postingan di platform X.

"Kami menegaskan bahwa agresi brutal ini hanya akan meningkatkan tekad dan ketabahan rakyat Yaman dan angkatan bersenjata mereka yang berani, melanjutkan dan meningkatkan dukungan mereka terhadap Gaza," tambah juru bicara tersebut.

Mohammed al-Houthi, anggota Dewan Politik kelompok tersebut, mengancam akan melakukan operasi yang akan "mengganggu" Israel sebagai tanggapan atas serangan terhadap Al Hudaydah.

Sebelumnya pada hari yang sama, saluran Al-Masirah yang berafiliasi dengan Houthi melaporkan korban jiwa akibat serangan udara Israel di pelabuhan Al Hudaydah.

Serangan tersebut menargetkan fasilitas penyimpanan minyak di pelabuhan Al Hudaydah, serta pembangkit listrik di wilayah tersebut.

Militer Israel dalam pernyataan resminya mengonfirmasi serangan terhadap sasaran di Al Hudaydah di Yaman, mengklaim bahwa mereka terkait dengan kelompok Houthi.

Pernyataan tersebut adalah respons langsung Israel yang pertama terhadap serangan Houthi baru-baru ini.

Serangan udara Israel terjadi setelah serangan pesawat tak berawak kelompok Houthi di Tel Aviv, Jumat dini hari (19/7), yang mengakibatkan kematian satu warga Israel dan melukai sembilan lainnya. (*)

Sumber: tempo/antara | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.