
JAKARTA (Lenteratoday) – Elektabilitas Khofifah Indar Parawansa berdasarkan survey salah satu Lembaga menyebutkan belum diatas 50%, membawa optimisme Ketua DPP PKB, Luluk Nur Hamidah, bisa mengalahkan pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak.
Dia menyinggung elektabilitas Khofifah dalam survei yang tak sampai 50%. Baginya, incumbent yang kuat seharusnya memiliki elektabilitas di atas 50%.
"Jadi ini adalah kesempatan rakyat Jawa Timur untuk buka telinga, buka mata, dan itu bisa dilihat ketika survei elektabilitas incumbent ya, itu kan tidak atau kurang dari 50 persen sebenernya. Ini cukup mengkhawatirkan toh harusnya kalau incumbent kuat mestinya di atas 50 persen dong, tapi juga ternyata masih dibawah 50 persen," ujar Luluk di kawasan CFD Thamrin, Jakarta, Minggu (21/7/2024), dikutip dari detik.com.
Untuk menghadapi Khofifah dan Emil yang telah diusung koalisi besar yaitu 8 partai politik, Luluk mengatakan PKB sedang menjalin komunikasi dengan PDI Perjuangan untuk koalisi di Pilgub Jatim. Dia menanaskan bahwa PKB dan PDIP akan saling menguntungkan jika berkoalisi di Jatim dan peluang menang lebih besar.
"PDIP-PKB mencoba mencari kesamaan sedekat mungkin untuk bisa ya memperkuat lah kemenangan kita di Pilkada, termasuk di Jawa Timur PKB-PDIP dia kekuatan besar yang masing-masing punya basis elektoral yang sangat berbeda, tetapi memiliki irisan yang sangat dekat," ujar Luluk.
Dia melanjutkan, jika kemudian dua pihak ini disatukan apalagi dengan dinamika politik di Jawa Timur yang sudah berbeda dengan ketika Ibu Khofifah maju sebagai gubernur yang pertama, maka punya peluang kemenangan yang lebih besar.
Dia juga menanadskan bahwa PKB ingin mengusung sosok pemimpin yang bersih dan tak punya beban masa lalu. Lebih jelasnya, dia menyebutkan bahwa PKB ingin pemimpin ke depan tak tersandera dengan apa yang diperbuat saat ini.
"Kita bilang berkali kali seperti ini Jawa Timur berhak untuk dipimpin oleh seseorang atau figur yang bersih, yang tidak punya beban apa saja, yang nggak punya beban masa lalu, nggak punya juga beban di masa yang akan datang, yang nggak akan disandera oleh apapun," tutur anggota Komisi VI DPR F PKB ini.
Sebelumnya, berdasarkan data yang dirilis Litbang Kompas, Jumat (19/7/2024), elektabilitas Khofifah saat ini di angka 26,8%. Tokoh yang menempati urutan kedua di survei ini yakni Menteri Sosial yang juga kader PDIP Tri Rismaharini atau Risma dengan elektabilitas 13,6%.
Di posisi ketiga survei Litbang Kompas di Jatim, ada mantan cawagub Emil Dardak dengan elektabilitas 3,8%. Khofifah dan Emil Dardak akan berduet kembali di Pilgub Jatim 2024 setelah 5 tahun bersama-sama memimpin provinsi tersebut.
Sementara itu, terkait dengan adanya survey tersebut, Khofifah Indar Parawansa tidak memberikan komentar banyak. Dia menandaskan yang paling penting adalah memaksimalkan penyapaan. “Mudah mudahan semua bisa terakomodasi, ikhtiar ini akhirnya menang,” katanya saat ditemui di Islamic center Surabaya, Sabtu (20/7/2024).
Kemudian, Khofifah juga menyebutkan bahwa untuk memimpin Jawa Timur lima tahun ke depan, tentu harus melibatkan sangat banyak elemen, saling mengisi, saling memberi, saling berpartisipasi. “Partisipasi semua pihak dan tentu terus bisa memberikan pengayaan dalam program Jatim yang makin berkemajuan dan makin hebat ke depan,” pungkasnya. (*)
Reporter : Lutfi/detik.com | Editor : Lutfiyu Handi