05 April 2025

Get In Touch

Israel Tembaki Rumah Sakit Darurat dan Pengungsian di Gaza, 31 Tewas

Sejumlah pengungsi Palestina menyisir puing-puing bangunan sekolah yang diserang Israel di Deir Al Balah, Jalur Gaza tengah, Israel, 27 Juli 2024. Setidaknya 30 warga Palestina tewas dan lebih dari 100 orang terluka akibat serangan pada sekolah kamp pengun
Sejumlah pengungsi Palestina menyisir puing-puing bangunan sekolah yang diserang Israel di Deir Al Balah, Jalur Gaza tengah, Israel, 27 Juli 2024. Setidaknya 30 warga Palestina tewas dan lebih dari 100 orang terluka akibat serangan pada sekolah kamp pengun

SURABAYA (Lenteratoday) - Militer Israel menembaki rumah sakit darurat dan pengungsian di Kota Deir al Balah, Jalur Gaza tengah pada Sabtu (27/7/2024). Tindakan ini menyebatkan sediukitnya 31 warga Palestina tewas, termasuk anak-anak, dan lebih dari 100 orang lainnya terluka.

Kantor media pemerintah Gaza mengungkapkan bahwa dari seluruh korban tewas dalam serangan Israel itu, setidaknya ada 15 anak-anak dan delapan wanita yang turut menjadi korban.

Selain itu juga dilaporkan bahwa pasukan udara Israel menargetkan Sekolah Khadija yang menjadi tempat penampungan bagi korban luka dan pengungsi Palestina, termasuk anak-anak.

“Korban tewas akibat serangan Israel terhadap rumah sakit lapangan di dalam sekolah yang menampung pengungsi di Deir al-Balah di Gaza tengah telah meningkat menjadi 31 orang,” kata juru bicara kantor media pemerintah Gaza, Ismail Al-Thawabta, seperti dikutip Anadolu.

Sebelumnya, kantor media pemerintah Gaza mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “tentara pendudukan Israel melakukan pembantaian baru beberapa waktu yang lalu dengan mengebom sebuah rumah sakit lapangan yang didirikan di dalam Sekolah Khadija di Deir al-Balah di Provinsi Pusat.”

Para pejabat Gaza mengatakan serangan itu terjadi di wilayah yang ditetapkan Israel sebagai “zona aman kemanusiaan” di Deir al-Balah.

Media Israel yang mengutip pernyataan militer Israel (IDF) mengklaim bahwa serangan terhadap sekolah dilakukan karena lokasi itu digunakan oleh Hamas untuk mengembangkan dan menyimpan senjata dalam jumlah besar.

Selain itu, IDF juga mengklaim sekolah itu sebagai tempat persembunyian untuk merencanakan serangan terhadap pasukan Israel dan warga sipil.

Militer Israel sebelumnya telah memerintahkan evakuasi di zona tersebut menjelang serangan yang direncanakan. IDF mengatakan perintah itu datang sebagai respons atas serangan roket yang berasal dari lokasi tersebut.

Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, jumlah korban tewas akibat serangan Israel melampaui 39.200 orang, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak Palestina. Sementara itu, serangan balasa dendam Israel juga melukai lebih dari 90.400 orang. (*)

Sumber : Tempo | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.