05 April 2025

Get In Touch

Iran Peringatkan Serangan Israel ke Lebanon Bisa Berdampak Serius

Arsip foto - Kepulan asap tebal yang disebabkan oleh serangan Israel terlihat di Majdal Zoun, Lebanon (15/4/2024). ANTARA FOTO/Xinhua/Ali Hashisho/aww.
Arsip foto - Kepulan asap tebal yang disebabkan oleh serangan Israel terlihat di Majdal Zoun, Lebanon (15/4/2024). ANTARA FOTO/Xinhua/Ali Hashisho/aww.

SURABAYA (Lenteratoday) - Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan bahwa setiap serangan Israel yang mungkin terjadi di Lebanon akan berdampak serius bagi Israel. Pernyataan itu disampaikan dalam panggilan telepon dengan mitranya dari Prancis Emmanuel Macron. Hal ini dilaporkan media pemerintah Iran pada Senin malam (29/7/2024).

Di satu sisi, Pihak berwenang Israel menyalahkan kelompok Lebanon yang didukung Iran, Hizbullah, atas serangan roket yang menghantam lapangan sepak bola di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel pada Sabtu lalu. Serangan ini menewaskan 12 anak-anak dan remaja. Israel bersumpah akan membalas. Akan tetapi, Hizbullah membantah bertanggung jawab atas serangan itu.

"Setiap serangan Israel yang mungkin terjadi di Lebanon akan berdampak serius bagi Israel," kata Pezeshkian seperti dikutip oleh media pemerintah Iran.

Macron berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu (28/7/2024), kata kepresidenan Prancis, saat Paris berupaya mencegah eskalasi yang lebih luas antara Israel dan Hizbullah.

Kantor kepresidenan mengatakan Macron telah mengingatkan Netanyahu bahwa Prancis berkomitmen penuh untuk melakukan "segala hal guna menghindari eskalasi baru di kawasan tersebut dengan menyampaikan pesan kepada semua pihak yang terlibat dalam konflik".

Israel mengaitkan serangan ke lapangan sepak bola di Kota Majdal Shams di Dataran Tinggi Golan tersebut dengan kelompok Hizbullah Lebanon.

"Intelijen kami menegaskan. Hizbullah bertanggung jawab atas pembunuhan anak-anak tak berdosa di Majdal Shams," kata juru bicara militer Israel Daniel Hagari pada Sabtu. Ia menyatakan tekad Israel untuk melakukan pembalasan.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani menyebut Israel “berusaha mengalihkan opini publik dan perhatian global” dari kejahatan yang dilancarkannya di Jalur Gaza hingga menewaskan lebih dari 39.300 warga Palestina sejak 7 Oktober tahun lalu.

Jubir Kemlu Iran itu mengatakan bahwa klaim Israel mengenai serangan Majdal Shams adalah "skenario yang dibuat-buat," dan bahwa Tel Aviv "tidak moral yang cukup untuk menilai dan mengomentari insiden tersebut."

Kanaani menyeru masyarakat internasional, khususnya Dewan Keamanan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), “untuk mendukung stabilitas dan keamanan di Lebanon dan kawasan atas serangan rezim Zionis yang agresif." Ia menyebut Israel sebagai Zionis.

Dia menekankan bahwa setiap “tindakan bodoh” yang dilakukan Israel bisa "meningkatkan ketidakstabilan, ketidakamanan, dan kobaran api perang di kawasan,” serta bahwa tanggung jawab atas konsekuensinya berada di tangan Israel.

Kanaani juga mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk “bertindak berdasarkan tanggung jawab internasional dan moral mengenai perdamaian dan keamanan global” dan mencegah Israel mengobarkan api perang di Gaza dan tempat-tempat lain. (*)

Sumber : Tempo | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.