
MALANG (Lenteratoday) - Kayutangan Heritage kini semakin berwarna dengan hadirnya toko oleh-oleh baru yang menawarkan nuansa berbeda. "Sesuatu Dari Kota Malang" hadir dengan konsep artisan unik yang menggabungkan elemen tradisional dan modern.
Tidak hanya sekadar oleh-oleh, produk-produk yang ditawarkan mencerminkan kreativitas dan keunikan ikon-ikon Malang Raya, menjadikannya favorit di kalangan pengunjung, terutama anak muda.
"Awalnya kami berlima punya background desain. Nah, kebetulan kantor kami ada di dekat Kayutangan Heritage ini, jadi kami melihat peluang di daerah sini," ujar salah satu anggota tim Sesuatu Dari Kota Malang, Ucok, mengawali ceritanya terkait konsep toko ini, Sabtu (3/8/2024).
Menurut Ucok, pengalaman beberapa anggota tim yang sering bepergian ke luar negeri, juga memberikan inspirasi tersendiri untuk akhirnya membuka toko dengan konsep unik ini.
"Misalnya waktu berkunjung ke Thailand dan Malaysia. Jadi kami juga ingin membuat toko oleh-oleh artisan yang tentunya menarik, desainnya gak mainstream itu-itu saja," tambahnya.

Dibuka pada awal bulan puasa 2024, "Sesuatu Dari Kota Malang" langsung menarik perhatian banyak pengunjung. Diakui Ucok, produk-produk yang ditawarkan beragam dan memiliki sentuhan desain yang unik.
Di antaranya yakni tas jinjing, stiker, poster, hingga denim jaket dengan lukisan kanal Kayutangan Heritage di bagian belakang. Selain itu, ada juga kemeja fesyen yang mengangkat nuansa Malang Raya, tidak hanya Kota Malang.
"Kami ingin membawa suasana toko oleh-oleh yang produknya juga bisa digemari dan dipakai untuk anak-anak muda," kata Ucok.
Dengan desain yang tidak biasa, toko Sesuatu Dari Kota Malang ini menjadi destinasi baru, bagi siapa saja yang ingin membawa pulang kenangan dari Malang dengan cara yang berbeda.
"Di sini gak mainstream, ya. Biasanya kan kalau produk oleh-oleh apalagi pakaian gitu, cuma ada tulisan nama daerah sama biasanya gambar ikon, gitu kan. Nah kalau ini beda. Bagus juga buat dipakai sehari-hari, keren," komentar Fauzan, seorang pengunjung dari Jember.
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH