
SURABAYA (Lenteratoday) – Menjelang Pilkada 2024, PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Timur bertekad untuk memperkuat barisan kader dan petugas partai guna menghadapi berbagai tantangan dan potensi kecurangan pada Pilkada Serentak 2024.
Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, usai menerima arahan langsung dari Komandan Satgas Nasional Cakra Buana, Komarudin Watubun.
Sri Untari mengungkapkan pengalaman dari Pemilu pada 14 Februari lalu memberikan banyak pelajaran bagi partai, utamanya terkait mengawal Pilkada Nobember nanti dengan penuh integritas.
"Belajar dari gelar Pemilu lalu, kita berusaha menyiapkan kader dan petugas partai agar siap menghadapi berbagai hal seperti politik uang, atau kecurangan lainnya. Kita berusaha saling mengantisipasi," ungkap Sri Untari, Minggu (4/8/2024).
Perempuan yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatin tersebut menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh pasangan bakal calon kepala daerah, partai, dan kader partai.
"Selain itu, pastikan pada semua pasangan bacakada, ataupun partai, juga seluruh kader kita untuk siaga memenangkan pilkada mendatang. Sampai hari ini, dengan kemenangan PDI Perjuangan, artinya PDI Perjuangan masih dipercaya oleh rakyat," jelasnya.
Sri Untari juga menegaskan komitmen PDI Perjuangan untuk terus melayani rakyat dengan memberikan pemimpin daerah yang berjiwa kepemimpinan, integritas, dan popularitas.
"Maka kita akan berusaha untuk melanjutkannya dengan tetap melayani rakyat dengan berusaha memberikan pemimpin daerah yang memiliki jiwa kepemimpinan, integritas, dan popularitas yang tentunya dapat menjabarkan visi misi juga arah gerak partai kita sebagai partai wong cilik," tegasnya.
Lebih lanjut, dalam upaya mengawal suara PDI Perjuangan di lapangan, Sri Untari mengungkapkan bahwa partai telah memiliki pasukan Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) yang terlatih.
"Untuk di lapangan sendiri saat pemilu berlangsung, kami sudah memiliki pasukan Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) yang semua telah terlatih dan siap mengawal suara PDI Perjuangan," ungkapnya.
Sebelumnya, dalam arahan Komandan Nasional Satgas Cakra Buana, Komarudin Watubun saat Apel Siaga bersama Satgas Nasional di Jatim, ia mengingatkan pengalaman dari berbagai pemilu, pileg, dan pilpres yang lalu, serta proses hukum di Mahkamah Konstitusi, memberikan pelajaran penting bagi partai.
"Belajar dari Pemilu, Pileg, Pilpres, sampai berakhir di MK itu memberi pelajaran supaya kita jangan lebih bodoh dari keledai. Keledai sekali pun tidak mau masuk ke lubang yang sama kedua kali, apalagi manusia," ujar Komarudin.
Komarudin juga mengingatkan potensi kerawanan yang mungkin tidak terlihat di permukaan, seperti politik uang yang merusak kebebasan memilih rakyat di daerah miskin. "Yang rawan itu yang tidak muncul di permukaan, lihat daerah miskin drop sembako, akhirnya rakyat milih tidak ada kebebasan," terangnya dalam Apel Satgas se-Jatim.
Reporter: Pradhita/ Editor: widyawati