03 April 2025

Get In Touch

Gagal ke Final, Gregoria Tunjung Masih Berpeluang Raih Perunggu di Olimpiade Paris

Tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung pada pertandingan Olimpiade Paris 2024 di Porte De La Chapella Arena, Paris, Prancis. (NOC Indonesia)
Tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung pada pertandingan Olimpiade Paris 2024 di Porte De La Chapella Arena, Paris, Prancis. (NOC Indonesia)

PARIS (Lenteratoday)-Gregoria Tunjung gagal melangkah ke final Olimpiade Paris 2024. Melawan tunggal nomor satu dunia, An Se-young, Minggu (4/8/2024) siang WIB di La Chapelle Arena, Gregoria tumbang dengan skor 21-11, 13-21 dan 16-21.

Meski kalah, Gregoria masih berpeluang meraih medali. Wakil Indonesia itu akan tampil di perebutan perunggu menunggu yang kalah antara Carolina Marin dan He Bin Jiao.

Gregoria Tunjung memulai gim pertama dengan baik. Pebulu tangkis Indonesia sudah unggul 3-0 usai pengembalian An Se-young melebar.

Gregoria kembali melebarkan jaraknya dengan An Se-young. Net silang dari Gregoria gagal dikembalikan membuat skor menjadi 5-2.

Skor kembali menjauh. Pengembalian Gregoria gagal dikembalikan lawan sehingga skor menjadi 8-3.

Gregoria berhasil unggul di interval. Skor menjadi 11-6. Usai interval, Gregoria bisa menjaga jaraknya dengan baik. Sebuah drop shot silang gagal dikembalikan An Se-young membuat skor menjadi 15-8.

Sebuah eror dilakukan An Se-young. Angka bertambah untuk Gregoria menjadi 19-10.
Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia

Gregoria memenangi gim pertama. Kembali, An Se-young gagal mengembalikan shuttlecock sehinga skor menjadi 21-11.

Pada gim kedua, partai berlangsung ketat. An Se-young bisa unggul 2-4 usai kegagalan Gregoria mengembalikan shuttlecock dengan sempurna.

Gregoria coba memperpendek jarak. Sebuah sergapan yang apik dari Gregoria gagal dikembalikan membuat skor menjadi 4-6.
Skor kembali ketat. Kini skor menjadi 7-8 usai pengembalian An Se-young melebar.

An Se-young bisa masuk ke interval dengan skor 9-11. Pengembalian Gregoria menyangkut di net membuat angka bertambah untuk wakil Korsel itu.
Gregoria coba mendekat usai interval. Sergapannya di depan net membuat angka skor menjadi 11-14.

Sebuah net tanggung dari An Se-young berhasil disergap Gregoria. Skor menjadi 13-16.

An Se-young merebut gim kedua. Smash keras wakil Korsel itu gagal dikembalikan Gregoria sehingga skor menjadi 13-21.

Pada gim ketiga, An Se-young menjaga permainanya dengan baik. Wakil Korsel itu unggul 0-4 usai pengembalian Gregoria melebar.

Pukulan Gregoria menyangkut di net. An Se-young unggul 2-6. An Se-young semakin jauh meninggalkan Gregoria. Kini, wakil Korsel itu unggul 3-9.

An Se-young unggul di interval. Pengembalian Gregoria melebar sehingga skor menjadi 3-11.
Usai interval, An Se-young terus bisa menjaga jaraknya. Pengembalian Gregoria melebar sehingga An Se-young unggul 6-15.

Gregoria bisa mendekat dengan skor 9-15 usai pengamatan An Se-yung gagal. Smash keras dari Gregoria juga gagal dikembalikan membuat skor menjadi 10-16.

Gregoria bisa mendekat lagi dengan skor 13-16. Namun, An Se-young kembali menjauh menjadi 13-18.

Gregoria kembali menekan usai pengembalian An Se-young melebar. Skor menjadi 16-20. Namun, An se-young bisa mengunci gim ketiga usai pengembalian Gregoria melebar membuat skor menjadi 16-21.

Sumber: antara/ Editor: widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.