
MALANG (Lenteratoday) - Menindaklanjuti keluhan warga mengenai keterbatasan jumlah SMA Negeri, DPRD Kota Malang mengusulkan penambahan sekolah negeri tingkat SMA. Namun terganjal moratorium sekolah baru, di Jawa Timur.
Sekretaris Komisi D DPRD Kota Malang, Ahmad Fuad Rahman mengatakan usulan penambahan SMA Negeri di Kota Malang, perlu dikaji secara mendalam.
"Jika data mendukung, kami akan ajukan ke provinsi dengan harapan disetujui untuk menambah SMA Negeri di Blimbing," ujar Fuad, Rabu(7/8/2024).
Berdasarkan data dari laman resmi Pemkot Malang, malangkota.id, saat ini terdapat 24 SMA dan SMK Negeri di Kota Malang, sementara jumlah SMP Negeri mencapai 27 sekolah. Fuad menekankan ketidakseimbangan ini perlu diatasi, untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat.
"Jumlah SMP Negeri yang lebih banyak dibandingkan SMA Negeri, menyebabkan warga mengusulkan penambahan sekolah negeri tingkat SMA. Khususnya di wilayah Kecamatan Blimbing, karena di situ kan tidak ada SMA Negeri," tegas Fuad.
Fuad juga berkomitmen untuk memperjuangkan usulan ini ke Pemprov Jawa Timur dan siap melakukan audiensi jika diperlukan.
"Kami akan perjuangkan penambahan SMA Negeri di Blimbing, aspirasi masyarakat Kota Malang harus kami realisasikan," katanya.
"Jika ada aturan yang melarang penambahan sekolah, mohon ditinjau kembali. Minimal satu sekolah dulu, kemudian yang lainnya menyusul," sambungnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai menegaskan moratorium (pemberhentian sementara) untuk penambahan sekolah baru masih berlaku, dengan fokus pada peningkatan kompetensi siswa dan pemanfaatan sekolah yang sudah ada.
"(Pendirian) SMA Negeri itu kan (masih) dimoratorium (penghentian sementara), belum ada penambahan SMA. Karena kami lebih mementingkan kepada kompetensi siswa," jelas Aries.
Aries juga menambahkan keseimbangan antara jumlah SMP dan SMA Negeri tidak harus dipaksakan.
"Tidak perlu harus seimbang, karena ada juga sekolah swasta yang sudah beroperasi," katanya.
Untuk sementara, menurutnya penambahan SMA Negeri masih ditangguhkan karena kuotanya dianggap masih mencukupi.
"Kami masih menangguhkan penambahan SMA Negeri, karena kuotanya sudah terlalu banyak jumlahnya," pungkasnya.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais