04 April 2025

Get In Touch

'Shakti' Maskot Timnas Indonesia Buatan Alumni PCU

Is saat menunjukkan desainnya yang bernama Shakti, maskot resmi Timnas Indonesia.
Is saat menunjukkan desainnya yang bernama Shakti, maskot resmi Timnas Indonesia.

SURABAYA (Lenteratoday)- Is Yuniarto, alumni Desain Komunikasi Visual Petra Christian University (DKV PCU) berhasil menyabet gelar juara, dalam sayembara pembuatan maskot Timnas Indonesia dengan tema “Garuda Mendunia” yang 

digelar oleh PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia). 

Dalam sayembara itu, Is membuat maskot garuda yang diberi nama 'Shakti'. Maskot tersebut nantinya akan dipamerkan secara resmi di hadapan publik pada 10 September 2024 mendatang, tepatnya saat pertandingan Indonesia menjamu Australia di babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 ronde ketiga grup C. 

“Saya senang dan mengapresiasi sekali PSSI telah mengadakan sayembara maskot Timnas. Ini artinya memberikan kesempatan bagi masyarakat luas untuk turut berperan serta, baik dalam pembuatan maskot maupun proses pemilihan yang juga melalui voting terbuka,” kata Is, Senin(12/8/2024).

Pria kelahiran Semarang, 22 Juni 1981 ini menjelaskan, 'Shakti' merupakan burung Garuda muda berkepala putih yang menggunakan jersey merah dengan cita-cita menjadi atlet sepak bola handal di Piala Dunia.

Ia menyebut jika 'Shakti' Sang Garuda adalah Kesatuan Semangat Juang Indonesia, simbol identitas berbagai wilayah Indonesia, dari ujung Barat hingga Timur yang melambangkan semangat tradisi nusantara. 

"Dalam pembuatan 'Shakti' ini saya menggunakan elemen warna merah putih, yang sangat dominan dengan tambahan warna globe. Ini melambangkan semangat nusantara yang menunjukkan siap bersaing hingga ke belahan dunia manapun," jelasnya.

Sementara pada bagian sayap (di kepala) ia menggunakan motif Batik Gurdo, yaitu corak batik khas Yogyakarta dan Solo berbentuk sayap Garuda tiga lapis sebuah simbol kekuatan. Mata 'Shakti' terinspirasi dari motif Netra Thelengan, salah satu bentuk mata wayang kulit dengan watak bersahaja dan tangkas. 

Selanjutnya, pada bagian dahi terdapat motif berbentuk tali perut ikan berwarna biru, yang merupakan motif Afuiyak Wow yang berarti Untuk hidup, manusia harus berusaha. Sedangkan di bagian paruh terdapat corak ragam hias songket khas Minang dan Sumatera, dengan motif Pucuak Rabuang. 

"Pucuak Rabuang adalah tunas bambu, melambangkan tidak mudah rebah menghadapi angin kencang, serta optimisme yang terus tumbuh," tambahnya.

Is mengaku untuk membuat karya tersebut ia membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 pekan.

“Tantangannya adalah bagaimana membuat karakter Garuda yang unik dan mudah diingat secara visual. Sebelumnya, saya bahkan melakukan riset agar karya saya ini tidak sama dengan Garuda pada umumnya,” ucap pria yang membuat karakter Gatotkaca dari komik Garudayana yang telah dilisensi oleh game Mobile Legends: Bang Bang itu. 

Tak lupa, ia berpesan kepada anak muda jika ingin sukses di bidang seni agar memperbanyak eksperimen desain dan pendalaman riset karya.

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.