
MALANG (Lenteratoday) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang berencana mengajukan pengadaan satu unit ambulans, khusus untuk pekerja migran di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD Tahun Anggaran 2024. Usulan ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan, bagi pekerja migran dan keluarganya di wilayah Kabupaten Malang.
"Bupati Malang, Pak Sanusi berinisiasi untuk memberikan satu unit mobil ambulans untuk pekerja migran. Karena juga sesuai dengan Perda kami, terkait perlindungan pekerja migran. Jadi Pemkab Malang berusaha memberikan bantuan ini," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo, Kamis(15/8/2024).
Yoyok mengatakan ambulans tersebut direncanakan akan berfungsi sebagai solusi alternatif, ketika ambulans yang tersedia di puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya tidak dapat memenuhi kebutuhan mendesak.
Menurut Yoyok ketersediaan ambulans yang dapat segera digunakan sangat penting, karena pekerja migran merupakan pahlawan devisa sehingga layak mendapatkan akses layanan kesehatan yang memadai.
"Agar dalam keadaan emergency atau kalau ada keluarga pekerja migran ini yang membutuhkan ambulans, mereka bisa menghubungi kami," paparnya.
Lebih lanjut mengenai rencana ini, Yoyok menegaskan ambulans yang diusulkan tidak akan menggantikan fasilitas yang sudah ada. Melainkan akan berfungsi sebagai tambahan, untuk melayani kasus-kasus darurat yang mungkin tidak dapat ditangani oleh ambulans di masing-masing faskes.
"Jadi, kalau tiap rumah sakit atau fasilitas layanan kesehatan di tiap kecamatan sudah menyediakan mobil ambulans. Mobil ambulans ini lebih difungsikan untuk meng-cover, apabila ambulans-ambulans yang sudah tersedia itu tidak bisa melayani,” jelasnya.
Yoyok menjelaskan ambulans ini akan sangat berguna bagi pekerja migran yang pulang ke Kabupaten Malang, dalam keadaan sakit atau membutuhkan perawatan medis mendesak.
“Apabila ada pekerja migran ketika pulang ke Kabupaten Malang dan merasa sakit atau kesulitan akses ambulans, kami bisa menyediakan itu,” tuturnya.
Yoyok mengungkapkan anggaran untuk pengadaan ambulans masih dalam tahap perencanaan, dan akan dibahas lebih lanjut dalam proses Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2024.
“Kalau bisa akan kami usulkan ke PAK APBD 2024. Untuk anggaran kami masih belum memperkirakan jumlah pastinya, nanti perlu koordinasi dengan BKAD,” jelas Yoyok.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais