05 April 2025

Get In Touch

Netizen Geruduk Apple dan Google Lantaran Hapus Peta Palestina

Sambil bawa peta ekspansi Israel, Erdogan menunjukkan ekspresi marah (Reuters)
Sambil bawa peta ekspansi Israel, Erdogan menunjukkan ekspresi marah (Reuters)

Nama negara Palestina tidak ditemukan di aplikasipeta digital Google dan Apple Maps.

Para netizen langsung menggeruduk keduanya dengan kritiktajam dan menuntut adanya pengakuan dari dua perusahaan raksasa teknologitersebut.

Para pengguna berbagi tangkapan layar Google Maps yangmenunjukkan garis besar peta dengan label untuk "Tepi Barat dan JalurGaza".

Netizen menjadi semakin bingung karena tidak adapernyataan resmi yang dikeluarkan oleh salah satu perusahaan.

#FreePalestine pun menjadi perbincangan hangat di Twittersemenjak banyak yang menyadari 'hilangnya' Palestina di Google Maps maupunApple Maps.

Ribuan cuitan memenuhi Twitter yang kebanyakanmelayangkan protes terhadap tindakan dua perusahaan asal Amerika Serikat itu.

Benar saja, ketika mengetikan 'Palestina' di Google Maps,kita akan dibawa ke wilayah Israel. Dalam peta Israel tampak garis putus-putusyang menandai wilayah Palestina, tapi tidak ada label 'Palestine' di titikmerah yang menunjukan wilayah tersebut.

Meski begitu, sisi kiri tampilan Google Maps memberikanketerangan mengenai wilayah Palestina.

Google pernah memberikan pernyataannya pada 2016 laluketika kasus yang sama muncul saat itu. Mereka menyebut bahwa sejak awal tidakpernah ada label 'Palestina' di Google Maps.

"Tidak pernah ada label' Palestina 'di Google Maps,namun kami menemukan bug yang menghapus label untuk "Tepi Barat" dan"Jalur Gaza". Kami sedang bekerja dengan cepat untuk membawa labelini kembali ke area tersebut," kata juru bicara Google dikutip dari TheGuardian, Sabtu malam (18/7/2020).

ErdoganMurka

Terpisah, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritikdiamnya komunitas internasional atas ketidakadilan yang dilakukan Israel diPalestina. Hal itu menyusul rencana koalisi pemerintahan Benjamin Netanyahuuntuk mencaplok sekitar 30 persen dari Tepi Barat.

"Pengumuman Israel tentang rencana aneksasipermukiman Palestina di Tepi barat dan Lembah Jordan adalah langkah baru dalamkebijakan pendudukan dan penganiayaan," ujar Erdogan seperti dikutipkantor berita Turki, Anadolu Agency.

Erdogan mengatakan, semua tanah milik Palestina pada1947, tetapi tanah itu telah menyusut dan malah wilayah Israel semakinbesar dari tahun ke tahun.

Dengan invasi Yerusalem pada 1967, fase baru dimulai.Erdogan menyayangkan, tidak ada lagi tempat yang disebut Palestina di peta.

"Hampir semua tanah Palestina telah ditelan olehIsrael. Sekarang, Israel ingin menduduki tanah yang tersisa. Rencana aneksasibertujuan untuk tujuan ini," katanya (Ist).

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.