05 April 2025

Get In Touch

Kementerian ESDM Luncurkan Program Konversi 1.000 Motor Listrik Gratis

Sekjen Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana mencoba salah satu motor hasil konversi di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis(22/8/2024).(foto:ist/Antara)
Sekjen Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana mencoba salah satu motor hasil konversi di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis(22/8/2024).(foto:ist/Antara)

JAKARTA (Lenteratoday) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral meluncurkan program konversi 1.000 unit motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik secara gratis, dalam rangka mengurangi emisi karbon.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, konversi sepeda motor konvensional menjadi sepeda motor listrik secara gratis, 1.000 unit bagi masyarakat Jabodetabek dimulai,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana dalam EV Conversion Forum 2024, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis(22/8/2024).

Dadan mengatakan bahwa biaya untuk melakukan konversi sebanyak 1.000 unit motor secara gratis tersebut, tidak sepenuhnya berasal dari pemerintah.

Dalam melaksanakan program ini, Kementerian ESDM merangkul mitra kerjanya. Seperti pelaku usaha di bidang energi hingga sumber daya mineral, untuk turut berpartisipasi sebagai sponsor. Sedangkan Kementerian ESDM, memberi suntikan sebesar Rp 10 juta per unit motor yang dikonversi.

Oleh karena itu, Dadan menyampaikan terima kasih kepada para pemangku kepentingan yang sudah terlibat dalam mendukung kelancaran program konversi tersebut.

“Dukungan dan komitmen semuanya, telah memberikan kontribusi besar dalam misi pemerintah untuk menciptakan masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” kata Dadan.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi mengatakan bahwa apabila masyarakat Indonesia secara kompak melakukan konversi kendaraan listrik, emisi karbon dapat turun hingga 132,25 juta ton CO2.

“(Angka) itu bukan hanya dari konversi kendaraan listrik, tetapi dari berbagai efisiensi energi lainnya, yang merupakan 32 persen dari target kita yang harus menurunkan emisi 358 juta ton sampai dengan 2030,” kata Eniya.

Lebih lanjut, Eniya memaparkan bahwa hingga saat ini, sudah ada 788 pemohon konversi, dengan 592 unit masih dalam tahap konversi dan 196 unit telah menerima bantuan.

“Mudah-mudahan ini menjadi satu pemicu kita untuk melakukan konversi, terutama ke plat-plat merah pemda (pemerintah daerah),” kata Eniya.

Sumber: Antara/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.