04 April 2025

Get In Touch

Revitalisasi 34 Pasar Tradisional di Kabupaten Malang Butuh Anggaran Rp 40 Miliar

Nampak atap di Pasar Karangploso, Kabupaten Malang yang masih menggunakan terpal. (Santi/Lenteratoday)
Nampak atap di Pasar Karangploso, Kabupaten Malang yang masih menggunakan terpal. (Santi/Lenteratoday)

MALANG (Lenteratoday) - Perbaikan 34 pasar tradisional di Kabupaten Malang, setidaknya membutuhkan anggaran hingga Rp 40 miliar. Namun, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang menegaskan perbaikan tersebut akan difokuskan pada skala prioritas, mengingat keterbatasan alokasi anggaran.

Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Nor Fuad Fauzi menyebutkan skala prioritas tersebut akan difokuskan pada bagian yang paling mendesak. Yakni talang air yang bocor dan akses jalan yang becek di pasar tradisional, guna meningkatkan kenyamanan pengunjung pasar.

"Kalau dihitung semuanya, ya sampai Rp 40 miliar untuk memperbaiki pasar. Tapi, kami kan tidak bisa serta merta. Artinya, kami harus mengambil mana yang paling prioritas. Paling tidak bagaimana agar kondisi pasar itu tidak becek, tidak banyak atap yang bocor," ujar Fuad, Kamis(29/8/2024).

Fuad juga menjelaskan meskipun usulan perbaikan pasar telah diajukan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2024, pihaknya masih harus menunggu keputusan final mengenai alokasi anggaran.

Menurutnya perbaikan ini bukanlah revitalisasi total, melainkan perbaikan infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan oleh pasar-pasar tersebut.

“Sebenarnya juga ini bukan revitalisasi. Tapi, pasar-pasar itu kan banyak yang atapnya bocor, kalau hujan jalanannya becek, sehingga ini banyak menimbulkan keluhan-keluhan pedagang untuk memperbaiki," katanya.

Dari total 34 pasar yang membutuhkan perbaikan, Disperindag Kabupaten Malang, sambung Fuad, masih mengkaji pasar-pasar mana yang akan diprioritaskan untuk diperbaiki terlebih dahulu.

“Kalau rusak, ya 34 pasar tradisional ini sebenarnya butuh (perbaikan) semua. Tapi kan kami menyesuaikan dengan alokasi anggaran. Pasar mana saja yang sebenarnya bisa kita prioritaskan. Kalau bisa melakukan perbaikan di bagian talang airnya yang bocor, ya itu dulu yang kami lakukan,” lanjut Fuad.

Kondisi pasar tradisional yang kerap becek dan atap yang bocor memang menjadi salah satu faktor yang mengurangi kenyamanan pengunjung. Menurut Fuad, kondisi ini perlu segera diperbaiki agar masyarakat semakin tertarik untuk berbelanja di pasar tradisional.

"Sekarang kalau kita belanja di ritel modern, itu kan memang nyaman. Tapi keluhannya mahal. Nah kalau di pasar tradisional itu banyak yang becek, tapi harga-harga murah. Sehingga kalau nanti penyebab beceknya ini diperbaiki, kan lebih banyak yang belanja ke pasar, soalnya juga harga-harga murah," jelasnya.

Lebih lanjut, selain perbaikan fisik, Disperindag Kabupaten Malang juga berupaya menggalakkan gerakan untuk kembali berbelanja di pasar tradisional. Disampaikan oleh Fuad, upaya ini harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pasar, agar masyarakat merasa nyaman berbelanja di sana. "Paling tidak bisa nyaman dilewati oleh masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.