03 April 2025

Get In Touch

RSUD dr M. Soewandhie jadi Lokasi Pemeriksaan Kesehatan Bapaslon, Ketua KPU Surabaya: Sesuai Rekomendasi

Ketua KPU Kota Surabaya, Soeprayitno.
Ketua KPU Kota Surabaya, Soeprayitno.

SURABAYA (Lenteratoday) - Dipilihnya RSUD dr M. Soewandhie Surabaya, sebagai lokasi pemeriksaan kesehatan Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya pada Pilkada 2024. Ditegaskan pihak KPU Kota Surabaya, sesuai rekomendasi dan tidak ada konflik kepentingan apapun.

Seperti disampaikan Ketua KPU Surabaya, Suprayitno pemilihan RSUD dr M. Soewandhie sebagai lokasi pemeriksaan kesehatan Bapaslon kepala daerah, tidak memiki konflik kepentingan apapun. Seperti diketahui, rumah sakit tersebut berada di bawah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Menurutnya, pemilihan rumah sakit sudah disesuaikan dengan keputusan KPU RI Nomor 1090 tentang pedoman teknis pemeriksaan tes kesehatan. Pada pedoman teknis tersebut, terdapat klausa KPU kabupaten/kota diminta koordinasi sekaligus meminta rekomendasi kepada dinas kesehatan (Dinkes) setempat. 

"Nah beberapa hari yang lalu kami sudah koordinasi dengan Dinkes Surabaya, hingga akhirnya terbitlah rekomendasi. Dimana pada rekomendasi tersebut menyebutkan rumah sakit dr M. Soewandhie Surabaya sebagai pelaksana pemeriksaan kesehatan bakal pasangan calon walikota dan wakil walikota Surabaya," ucap pria yang akrab disapa Nano ini, Kamis(29/8/2024).

Nano memastikan bahwa pihaknya sudah melakukan segala prosedur, sesuai dengan pedoman yang dikeluarkan oleh KPU RI. 

"Kita tegaskan, bahwasaanya rujukan kita pedoman teknis dimana kita diminta meminta rekomendasi dari Dinkes. Ketika dinkes merekomendasikan rumah sakit  ini (RSUD dr M. Soewandhie ya sudah," tegasnya.

Tak hanya itu, dirinya juga sempat ditanya terkait pemeriksaan Bapaslon kepala daerah, kenapa tidak dilakukan di rumah sakit militer. Ia menuturkan, jika rumah sakit militer juga mempunyai ketentuan masing-masing.  

"Selain merujuk pada rekomendasi Dinkes, kami berkeyakinan sepenuhnya bahwa tim dokter itu juga dibatasi atau punya rambu tentang kode etik kedokteran. Saya rasa ini tidak ada masalah seperti itu," tutupnya.

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.