05 April 2025

Get In Touch

Inggris Tangguhkan Izin Ekspor Senjata ke Israel

Serbuan Israel di zona aman untuk warga sipil Palestina (Ant)
Serbuan Israel di zona aman untuk warga sipil Palestina (Ant)

SURABAYA (Lenteratoday) - Pemerintah Inggris melalui Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy mengumumkan telah menangguhkan 30 izin ekspor senjata ke Israel. Pengumuman tersebut dilakukan dalam pidato Lammy di perleman pada Senin (2/9/2024).

Dalam kesempatan itu, Lammy menandaskan bahwa kepetusan tersebut dilakukan berdasarkan hasil peninjauan yang mengatakan bahwa ada "risiko yang jelas" penggunaan senjata itu bisa melanggar hukum internasional.

Sehingga, lanjutnya, dengan menghadapi konflik tersebut maka sudah menjadi tugas hukum pemerintah untuk meninjau lisensi ekspor Inggris. Terhadap hal ini, lanjut Lammy, ada sekitar 30 dari 350 izin akan ditangguhkan. Meski demikian dia menandaskan bahwa langkah tersebut bukan "bukan embargo senjata".

Di satu sisi, bahwa pemerintah Inggris telah mendapatkan kritik karena terus memberikan lisensi ekspor senjata ke Israel.

Berdasarkan keterngan dari Departemen Bisnis dan Perdagangan pada Juni lalu, Inggris telah mengeluarkan 108 izin ekspor senjata ke Israel sejak 7 Oktober, ketika konflik Gaza meletus. Bahkan, lebih dari 300 lisensi masih aktif, menurut data sebelum keputusan diambil pada Senin (2/9/2024).

Lebih lanjut dijelaskan, sebanyak 30 izin yang ditangguhkan mencakup komponen untuk pesawat militer, helikopter, dan pesawat nirawak. Namun, Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan bahwa beberapa lisensi ekspor yang dinilai tidak digunakan oleh militer Israel dalam konflik Gaza "tidak perlu ditangguhkan."

Penangguhan ekspor dilakukan pada senjata yang digunakan dalam operasi militer di Gaza setelah meninjau kepatuhan Tel Aviv terhadap hukum humaniter internasional. Namun, kementerian itu juga mengatakan bahwa penangguhan tersebut tidak akan mengubah dukungan Inggris yang kuat terhadap keamanan Israel.

"Pemerintah telah menyimpulkan bahwa ada risiko yang jelas bahwa barang-barang yang diekspor ke Israel berdasarkan 30 lisensi ini mungkin digunakan dalam pelanggaran serius terhadap Hukum Humaniter Internasional, dan oleh karena itu ekspor tertentu ditangguhkan mulai hari ini," sebut kementerian itu.

Menteri Bisnis dan Perdagangan Inggris, Jonathan Reynolds, menyatakan dengan penangguhan tersebut, dia memenuhi komitmen pemerintah untuk menghindari risiko melanggar Hukum Humaniter Internasional dalam konflik Gaza.

Tidak seperti Amerika Serikat, Inggris memasok senjata ke Israel secara tidak langsung, tetapi memberikan lisensi ekspor kepada perusahaan-perusahaan Inggris untuk menjual senjata ke Israel.

Israel terus melancarkan serangan membabi buta di Jalur Gaza meski Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan resolusi yang menyerukan gencatan senjata segera. Serangan-serangan itu telah menewaskan lebih dari 40.700 warga Palestina, kebanyakan perempuan dan anak-anak, dan melukai lebih dari 94.100 orang, menurut otoritas kesehatan. (*)

Sumber : Antara | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.