03 April 2025

Get In Touch

Mas Dhito Ingatkan Peran Penting Ayah bagi Pertumbuhan Anak

Mas Dhito Ingatkan Peran Penting Ayah bagi Pertumbuhan Anak

KEDIRI (Lenteratoday) - Peran orangtua termasuk ayah, mempunyai tugas sangat krusial bagi pertumbuhan anak. Sayangnya, hal ini kurang disadari seorang ayah yang kebanyakan melalaikan dengan hanya sibuk bekerja.

Pernyataan itu dilontarkan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana saat membuka Jambore Kader Posyandu dengan mengusung tema Mewujudkan Transformasi Layanan Kesehatan Menuju Kabupaten Kediri Sehat di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Selasa(3/9/2024).

Menurut Mas Dhito sapaan akrab Bupati Hanindhito menilai, banyak seorang ayah yang kurang menyadari betapa penting memberikan perhatian terhadap anak. Padahal, masa tumbuh kembang anak tetap membutuhkan peranan ayah setiap harinya.

“Suami selalu menganggap urusan anak itu adalah urusan ibu,” kata Mas Dhito.

Lebih jauh, Mas Dhito memotret, jika tumbuh kembang anak ini sangat berhubungan dengan perkembangan kasus stunting. Di Kabupaten Kediri sendiri, kasus stunting kini masih berada di angka 7,6 persen.

Persentase tersebut terus digeluti untuk menuju target zero digit stunting. Menurut Mas Dhito, untuk menuju target yang diinginkan, sangat membutuhkan sinergi dari berbagai elemen, termasuk peranan kedua orangtua.

“Jangan sampai angka stunting ini kita tekan tapi angka pertumbuhan kasus stunting baru bertambah,” tegas orang nomor satu di Pemkab Kediri ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri, Ahmad Khotib menyebutkan kegiatan jambore ditujukan sebagai pembekalan kader posyandu dalam peningkatan layanan kesehatan. Menurutnya, kader posyandu harus mempunyai kompetensi dan keterampilan.

“Pembekalan kompetensi, kembali memupuk semangat persaudaraan para kader posyandu,” sambungnya.

Lebih dari itu, pihaknya menyebutkan, kader Posyandu yang berjumlah 8.715 kader tersebut kini juga telah melaksanakan Integrasi Layanan Primer (ILP) guna menciptakan kader yang berdaya dan berkualitas.

“Dengan adanya ILP, para kader harus menguasai 25 kompetensi,” sambungnya.

Dikatakan Khotib dalam 25 kompetensi ini para kader diharuskan mampu melaksanakan pendekatan layanan kesehatan, terhadap semua siklus kehidupan dan melakukan kunjungan rumah. Mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, hingga lansia.(pkp/*)

Reporter: Gatot Sunarko

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.