05 April 2025

Get In Touch

Perkuat Hubungan Mahasiswa Antar Negara Unesa Gelar International Cultural Festival 2024

Kegiatan International Cultural Festival 2024 yang digelar Unesa. (Amanah/Lenteratoday)
Kegiatan International Cultural Festival 2024 yang digelar Unesa. (Amanah/Lenteratoday)

SURABAYA (Lenteratoday) - Subdirektorat atau Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), menggelar International Cultural Festival (ICF) #2 2024 di Lapangan Rektorat, Kampus II Lidah Wetan pada, Sabtu(7/9/2024).

Kegiatan yang mengusung tema 'Enhancing Creativity through Culture Modernity' ini diikuti oleh  84 mahasiswa mancanegara, dari belasan negara yang kuliah di Unesa.

Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi dan Science Center, Bambang Sigit Widodo mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk membangun hubungan baik antar mahasiswa dari berbagai negara lain. Menurutnya, hubungan baik itu perlu didasarkan pada rasa saling memahami latar belakang satu sama lain. 

Ia juga menyebut jika puluhan mahasiswa itu berasal dari Korea Selatan, Tiongkok, Jepang, Timor Leste, Malaysia, Vietnam, Myanmar, India, Pakistan, Gambia, Madagaskar hingga Zimbabwe. 

"Kegiatan ini menjadi ajang untuk saling mengenali dan memahami satu sama lain. Juga untuk mempererat hubungan antar-mahasiswa atau civitas yang memiliki latar belakang bangsa dan budaya yang berbeda," ucapnya ketika ditemui di lokasi.

Sementara itu, Kasubdit atau Kepala Kantor Urusan Internasional, Asrori menuturkan bahwa kegiatan ini memang melibatkan mahasiswa internasional yang menempuh studi di Unesa. Mereka ada yang menempuh studi program sarjana, magister, dan doktor. Juga pada program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). 

Ia juga mengungkapkan, bahwa festival budaya ini merupakan refleksi dari 3 poin SDGs yaitu poin 17 tentang partnership for the goals (kemitraan untuk mencapai tujuan), poin 3 yaitu good health and well being (kehidupan sehat dan sejahtera), dan poin 10 yaitu reduce inequalities (berkurangnya kesenjangan).

"Kolaborasi ini tidak hanya berbentuk akademik tetapi secara sosial. Kegiatan ini sangat mensupport kesepahaman, sense of belonging atau perasaan memiliki untuk membuat komunitas lebih inklusif," kata Asrori. 

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan para mahasiswa dapat saling mendukung pertukaran budaya dan pertukaran mahasiswa secara global. 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.