05 April 2025

Get In Touch

Wali Kota Eri Pastikan Seluruh Wilayah Surabaya Teraliri Air di Tahun 2025 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau proyek Rumah Pompa PDAM Putat Gede, di Surabaya Barat. (foto:ist/Dok. Humas Pemkot)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau proyek Rumah Pompa PDAM Putat Gede, di Surabaya Barat. (foto:ist/Dok. Humas Pemkot)

SURABAYA (Lenteratoday)- Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi memastikan warga Surabaya tidak akan mengalami kendala air, karena setiap saat seluruh wilayah akan teraliri pada 2025 mendatang.

Hal ini diungkapkan Eri usai meninjau proyek strategis Rumah Pompa Putat Gede 3 PDAM Kota Surabaya, Jalan Bukit Darmo Golf, Kecamatan Dukuh Pakis, Sabtu(7/9/2024). 

Pembangunan rumah pompa di wilayah Surabaya Barat ini, sebagai wujud komitmen Pemkot Surabaya agar seluruh wilayah teraliri air setiap saat.

Nantinya, Pompa Putat Gede 3 akan mendukung suplai air dari Rumah Pompa Putat Gede 1 dan 2, sebagai distribution center menopang operasi Rumah Pompa Mbah Ratu dan Rumah Pompa Krembangan. Agar pelayanan merata, sampai ke ujung layanan daerah Surabaya Utara.

"Kita sepakat membangun reservior untuk memperlancar aliran air di Surabaya Utara, karena masih ada rumah-rumah yang keluar airnya di jam 1 atau 2 malam saja, pagi tidak keluar. Sehingga, dari sini (Rumah Pompa air Putat) akan di oper ke Rumah Pompa Air Mbah Ratu untuk  memperlancar suplai air di Surabaya Utara," ucapnya.

Tak hanya itu, ia juga menuturkan pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Minum (IPAM) Karangpilang 4 sebagai tempat pengelolaan baru juga tengah berjalan.

"Sebenarnya bisa selesai tahun ini dengan suplai air Umbulan, tetapi apa yang diminta tidak sanggup dipenuhi. Sehingga untuk memenuhi suplai air, harus menyiapkan tempat pengolahan baru di Karangpilang," tuturnya.

Nantinya, apabila IPAM Karangpilang 4 sudah beroperasi, air yang dikelola akan disalurkan ke Rumah Pompa Putat Gede 3. Lalu diteruskan ke Rumah Pompa Mbah Ratu, sehingga suplai untuk Surabaya Utara akan tercukupi.

"Dengan begitu, secara otomatis wilayah Surabaya akan teraliri air secara merata," tambahnya.

Selain membangun reservior, untuk mengatasi permasalahan suplai air tidak merata juga rutin dilakukan peremajaan pipa yang berusia lebih dari 50 tahun. Sebab, pipa yang sudah lapuk bisa berdampak dalam pendistribusian air PDAM.

"Kalau sudah seperti ini, maka tidak ada pilihan. Kita harus mengembalikan pipa atau mengganti pipa, sehingga kami memutuskan untuk membangun," ungkapnya.

Dengan pembangunan proyek stategis yang dilakukan PDAM saat ini, Eri menargerkan PDAM Kota Surabaya bisa melakukan expansi untuk wilayah Surabaya Raya pada tahun 2026 mendatang.

Menurutnya, apabila expansi berhasil dilakukan oleh PDAM manfaatnya akan dirasakan kembali oleh masyarakat. Karena keuntungan expansi suplai air ke wilayah lain, akan digunakan untuk mensubsidi masyarakat kurang mampu atau yang rumahnya tidak terlalu besar.

"Dari hasil keuntungan akan dikembalikan lagi ke masyarakat, misalnya rumahnya yang 45 meter sampai 100 meter bisa gratis. Nanti bisa terus naik sesuai keuntungan yang didapatkan. Jadi benar-benar memutar nanti keuntungannya," tukasnya.

Sementara Direktur Utama PDAM Surya Sembada Surabaya, Arief Wisnu Cahyono optimis expansi akan bisa dilakukan karena pihaknya memiliki kemampuan teknologi dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni.

"Tentu kita akan menangkap peluang tersebut, targetnya akan dilakukan di tahun 2026 mendatang," ungkap Arief.

Arief menambahkan ketika IPAM Karangpilang 4 sudah selesai, maka suplai pasokan air di Kota Surabaya akan mencapai 1000 liter per detik. Artinya, pasokannya akan berlebih dan bisa dilakukan expansi.

"Saat ini, untuk Surabaya Utara masih kurang 600 liter per detik suplai airnya. Tetapi, ketika Karangpilang 4 sudah jadi akan menjadi 1000 liter per detik akan lebih kita nantinya," pungkasnya. 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.