03 April 2025

Get In Touch

DBHCHT Tahun 2024, Sebanyak 5.387 Petani di Kabupaten Blitar Diberikan Perlindungan AJI TANI

Bupati Kediri, Rini Syarifah didampingi Kepala Disnaker Kab Blitar, Tavip Wiyono simbolis menyerahkan kartu BPJS pada perwakilan petani penerima Program AJI TANI dari DBHCHT Tahun 2024.
Bupati Kediri, Rini Syarifah didampingi Kepala Disnaker Kab Blitar, Tavip Wiyono simbolis menyerahkan kartu BPJS pada perwakilan petani penerima Program AJI TANI dari DBHCHT Tahun 2024.

BLITAR (Lenteratoday) - Sebanyak 5.387 petani di Kabupaten Blitar diberikan perlindungan Asuransi Jiwa Sedulur Tani (AJI TANI), dari resiko kecelakaan kerja dan kematian bekerja sama dengan BPJS dengan menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2024.

DIsampaikan Bupati Blitar, Hj Rini Syarifah pihaknya menyambut baik Program AJI TANI, karena merupakan strategi terbaru yang diupayakan Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Tenaga Kerja dalam meningkatkan citra profesi menjadi petani.

"Program AJI TANI berfungsi sebagai insentif khusus, yang diberikan oleh Pemkab Blitar kepada petani, melalui program Pemberian Bantuan Iuran Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi petani yang Bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT)," tutur Bupati Rini.

Program ini memberikan perlindungan jiwa kepada petani, dengan harapan memberikan rasa aman dan nyaman bagi para petani. Dalam bekerja dari risiko kecelakaan kerja, bahkan dari resiko kematian. Program ini juga sebagai bentuk kepedulian Pemkab Blitar, kepada para petani yang ada di wilayah Kabupaten Blitar.

"Saya berharap dengan berbagai bentuk kepedulian yang selama ini telah diberikan, petani di Kabupaten Blitar semakin bersemangat dalam melaksanakan usaha taninya. Sehingga pembangunan pertanian bisa semakin maju dan sukses," ujar Bupati Blitar perempuan pertama ini.

Bupati Rini juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran insan pertanian di Kabupaten Blitar dan pihak terkait, yang telah berjuang untuk berusaha memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Kabupaten Blitar.

Karena ditandaskan orang nomor satu di Kabupaten Blitar tersebut, bahwa Krisis pangan kini berada di depan mata. Sebagaimana yang diprediksi organisasi pangan dunia FAO, akan terjadi bencana kelaparan di tahun 2050.

"Peningkatan produktifitas sektor pertanian, dalam upaya mengatasi isu krisis pangan dan iklim yang ekstrim harus mulai kita lakukan. Keberhasilan petani dalam melaksanakan usaha taninya, tentu tidak hanya di dukung oleh sarana dan prasarana modern pertanian, akan tetapi harus di dukung pula dengan kenyamanan dan ketenangan petani saat bekerja," tandasnya.

Berdasarkan data BPS Kabupaten Blitar tahun 2023, bahwa sektor pertanian berperan sangat strategis di wilayah Kabupaten Blitar. Dalam perekonomian daerah, sebesar 30,75 persen PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Kabupaten Blitar berasal dari kontribusi sektor pertanian, perkebunan serta perhutanan.

"Sektor tersebut merupakan penyumbang PDRB terbesar di Kabupaten Blitar, sektor pertanian juga menyerap 38,57 persen tenaga kerja di wilayah Kabupaten Blitar," imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar, Tavip Wiyono mengatakan kalau Program AJI TANI ini dilaksanakan tahun yang kedua, pada 2023 lalu mencover 4.717 petani dengan anggaran sekitar Rp 317 juta untuk 4 bulan.

"Alhamdulillah, pada 2024 ini bisa bertambah untuk 5.387 petani, dengan anggaran sekitar Rp 452,5 juta untuk 5 bulan mulai Agustus - Desember," ujar Tavip.

Diterangkan Tavip adanya Program AJI TANI ini memberikan perlindungan jiwa bagi petani, akibat risiko kecelakaan kerja dan risiko kematian melalui Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

"Sedangkan tujuannya, yaitu memberikan rasa aman bagi petani dalam bekerja dari risiko kecelakaan kerja dan memberikan santunan kematian yang dibayarkan kepada ahli warisnya," terangnya.

Pelaksanaan dan mekanisme Program AJI TANI ini, dimulai dari kegiatan pendataan, verifikasi, dan validasi kependudukan petani serta sasaran penerima yakni petani usia kerja sampai maksimal 64 tahun.

"Karena sifatnya insentif, diharapkan Program AJI TANI menjadi stimulus tidak berhenti sampai bantuan selesai tapi bisa dilanjutkan oleh para petani," pungkasnya.(*)

Reporter: Arief Sukaputra

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.