04 April 2025

Get In Touch

Tradisi Siraman Gong Kiai Pradah Blitar, Event Wisata Dongkrak Ekonomi Daerah

Bupati Blitar, Rini Syarifah melakukan siraman Gong Kiai Pradah (atas) dan ribuan warga dari Blitar dan beberapa daerah lain menghadiri ritual Siraman Gong Kiai Pradah (bawah).
Bupati Blitar, Rini Syarifah melakukan siraman Gong Kiai Pradah (atas) dan ribuan warga dari Blitar dan beberapa daerah lain menghadiri ritual Siraman Gong Kiai Pradah (bawah).

BLITAR (Lenteratoday) - Tradisi budaya Siraman Gong Kiai Pradah di Kelurahan'Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar diharapkan bisa menjadi event budaya Nusantara, serta mendongkrak ekonomi daerah.

Hal ini disampaikan Bupati Blitar, Rini Syarifah usai menghadiri acara ritual tradisi Siraman Gong Kiai Pradah, bahwa tradisi ini salah satu bentuk menguri-uri sejarah dan budaya Kabupaten Blitar.

"Sehingga wisata daerah bisa semakin dikenal, menjadi event budaya Nusantara. Serta memberikan berkah untuk masyarakat semuanya," ujar Rini, Selasa(17/9/2024).

Lebih lanjut dijelaskan Bupati Blitar perempuan pertama ini, kalau ritual yang rutin digelar setiap tahun pada bulan Maulid bisa menjadi pendongkrak gerakan ekonomi daerah.

"Karena dihadiri ribuan warga, baik dari Blitar maupun luar daerah yang datang ke acara ini," jelasnya.

Karena Siraman Gong Kiai Pradah ini sudah lama rutin digelar, Bupati Rini berharapkan bisa terus dilaksanakan dan ditingkatkan kualitasnya. Sehingga semakin dikenal ke seluruh Nusantara, sekaligus memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi.

"Saya juga beryukur, meskipun dihadiri ribuan warga kegiatan ini bisa berjalan lancar dan tertib. Semoga kedepan semakin baik, sehingga semakin dikenal dan memberikan manfaat serta berkah untuk masyarakat sekitar," pungkasnya.

Ritual budaya yang rutin digelar di Alun-alun Lodoyo, Kecamatan Sutojayan ini dikemas dalam upacara adat Jawa. Dimana selain ada hiburan tari-tarian juga memiliki daya tarik, berburu tumpeng atau gunungan dan air bekas siraman Gong Kiai Pradah. Sehingga setiap tahun selalu dihadiri ribuan warga, termasuk wisatawan dari beberapa daerah lainnya.

Secara terpisah, Kepala Disparbud Kabupaten Blitar, Suhendro Winarso mengatakan kalau pelaksanaan ritual Siraman Gong Kiai Pradah selalu spesial setiap tahunnya, apalagi sudah mendapat pengakuan dari pemerintah sebagai salah satu warisan budaya tak benda.

"Kegiatan budaya semacam ini sangat positif, karena terkait dengan sejarah leluhur Kabupaten Blitar," kata Suhendro.

Terakit dengan dampak ekonomi dari event wisata ini, Suhendro mengaku berusaha bisa berbanding lurus. Sehingga setiap event bisa mendapatkan dampak positif, dari sisi ekonomi terutama UMKM.

"Kami belum bisa memastikan berapa besar dampak ekonomi dari event wisata ini, karena tim sedang mengumpulkan data pastinya. Tapi secara umum terlihat ada peningkatan, dari keramaian warga yang datang. Semoga juga ada dampak peningkatan ekonominya," tutupnya.

Reporter: Arief Sukaputra/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.