
MALANG (Lenteratoday) - Persaingan menuju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Malang 2024 semakin mendekati puncaknya. Terlebih usai Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, resmi menetapkan nomor urut tiga pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam rapat pleno pengundian, Senin(23/9/2024).
Ketua KPU Kota Malang, Muhammad Toyyib menjelaskan proses pengundian nomor urut dimulai dengan pengambilan nomor antrean oleh masing-masing calon Wakil Wali Kota.
"Calon wakil mengambil nomor antrean berdasarkan urutan pendaftaran mereka ke KPU pada 27-29 Agustus lalu," ujar Toyyib.
Dimyati Ayatullah, calon Wakil Wali Kota dari Mochammad Anton (Abah Anton), mendapatkan nomor antrean 8. Sementara Ali Muthohirin, calon wakil dari Wahyu Hidayat, mendapatkan nomor antrean 10. Ganis Rumpoko, calon Wakil Wali Kota dari paslon Heri Cahyono (Sam HC), mendapatkan antrean nomor 6.
Setelah nomor antrean ditetapkan, giliran para calon Wali Kota yang mengambil nomor urut.
"Dimulai dari Sam HC karena wakilnya, Mbak Ganis, mendapat nomor antrean terkecil: Selanjutnya, Abah Anton mengambil nomor urut kedua, dan terakhir giliran Wahyu Hidayat," tambahnya.
Hasil pengundian tersebut, lanjit Toyyib, menetapkan paslon Wahyu Hidayat-Ali Muthohirin dengan nomor urut 1, paslon Sam HC-Ganis Rumpoko di nomor urut 2, dan paslon Abah Anton-Dimyati Ayatullah di nomor urut 3.
Lebih lanjut, dengan penetapan nomor urut ini, Toyyib menyebutkan para paslon siap memasuki masa kampanye yang dijadwalkan dimulai pada 25 September 2024 mendatang.
Menurutnya, KPU juga akan berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk memastikan titik pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) telah disepakati bersama, guna menghindari pelanggaran selama masa kampanye.
Sementara itu, para pasangan calon menanggapi pengundian nomor urut dengan optimisme. Paslon nomor urut 1, Wahyu Hidayat-Ali Muthohirin, menyatakan rasa syukurnya atas nomor yang mereka peroleh.
"Kami menginginkan semua menjadi yang pertama," ujar Wahyu, dengan menyebut lirik lagu Jawa populer "Kowe siji-sijine" (red, bahasa Malangan: kamu satu-satunya) sebagai lambang semangat timnya.
Sementara itu, paslon nomor urut 2, Sam HC-Ganis Rumpoko, merasa nomor dua merupakan angka yang menarik dan mudah diingat. Bagi mereka, nomor ini memiliki daya tarik visual yang kuat dan dianggap sebagai simbol kemenangan.
Senada dengan kedua paslon, Abah Anton-Dimyati Ayatullah, yang mendapatkan nomor urut 3, juga menganggap angka tersebut sebagai simbol kemenangan total.
“Insyaallah angka tiga identik dengan simbol metal, yang berarti kami bisa menang secara total," ujar Abah Anton.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais