05 April 2025

Get In Touch

Diplomat Indonesia Selamat Pascaserangan Bom di Pakistan

Kendaraan polisi rusak akibat serangan bom saat mengawal konvoi diplomat asing, di jalan dekat Malam Jabba, kawasan wisata di provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, Minggu (22/9/2024). (Sherin Zada/AP)
Kendaraan polisi rusak akibat serangan bom saat mengawal konvoi diplomat asing, di jalan dekat Malam Jabba, kawasan wisata di provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, Minggu (22/9/2024). (Sherin Zada/AP)

SURABAYA (Lenteratoday) - Serangan bom menyasar iring-iringan korps diplomatik yang akan mengikuti Islamabad Chamber of Commerce and Industry (ICCI) di Lembah Swat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, pada Minggu (22/9/2024).

Diplomat Indonesia di Pakistan dipastikan dalam kondisi selamat dan aman setelah dikabarkan terkena serangan bom tersebut. Kabar tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.

“Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Islamabad Rahmat Hidiarta dan juga seluruh rombongan korps diplomatik dalam keadaan aman dan telah kembali ke Islamabad dengan selamat,” kata juru bicara Kemlu RI Rolliansyah Sumirat dalam pernyataan tertulis hari Senin (23/9/2024).

Dalam iringan korps diplomatik yang mendapat serangan tersebut ada Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Islamabad Rahmat Hindiarta, diplomat Rusia, Bosnia-Herzegovina, Vietnam, Etiopia, Rwanda, Zimbabwe, Uzbekistan, Turkmenistan, Kazakhstan, dan Portugal.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas insiden yang menewaskan seorang polisi dan melukai tiga polisi lainnya. Seluruh korban ini sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi satu orang tak tertolong lagi.

Dilansir dari madia Pakistan, Dawn, Senin (23/9/2024) disebutkan bahwa ledakan bom tandan itu terjadi antara Malam Jabba dan Swat. Serangan itu merusak salah satu mobil aparat keamanan yang mengawal rombongan diplomatik itu. Pemerintah Pakistan menilai ledakan bom tandan itu sebagai serangan teror.

KBRI Islamabad telah berkoordinasi dengan aparat pemerintah Pakistan guna memastikan keamanan seluruh warga negara Indonesia (WNI) di negara itu, yang secara keseluruhan berjumlah 1.200 orang. Mayoritas WNI adalah pelajar dan mereka yang menikah dengan warga negara Pakistan. (*)

Sumber : VOA | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.