06 April 2025

Get In Touch

Kunjungi TPI Lamogan, Khofifah : Produksi Ikan Melimpah, Harus Ada Investor Masuk

Khofifah Indar Parawansa disambut meriah para nelayan dan pekerja di TPI Brondong Lamongan. Kamis (26/9/2024)
Khofifah Indar Parawansa disambut meriah para nelayan dan pekerja di TPI Brondong Lamongan. Kamis (26/9/2024)

SURABAYA (Lenteratoday) - Di hari pertama kampanye, Kamis (26/9/2024) kemarin, Calon Gubernur Jawa Timur Nomor Urut dua Khofifah Indar Parawansa mendapat sambutan antusias dari nelayan dan ibu-ibu pekerja bongkar muat kapal dan pemilah ikan di TPI Brondong Lamongan.

Suasana menjadi meriah dengan adanya tim musisi jalanan, bahkan para nelayan dan para pekerja lainnya iktu menyanyikan yel-yel Khofifah-Emil dua periode. Tak hanya itu, teriakan yel-yel mendukung Khofifah untuk menjadi Gubernur di periode kedua makin menambah meriah. Mereka juga berebutan untuk berfoto dan bersalaman dengan Khofifah.

Beberapa nelayan juga sempat mengeluhkan harga penjualan ikan yang sempat terjadi. Di awal tahun ini mengalami penurunan harga dampak dari kondisi ekonomi global. Tak ketinggalan, mereka juga berterima kasih karena Khofifah dalam memimpin Jatim memberikan banyak perhatian untuk nelayan.

Rudi Winarto salah satu nelayan mengatakan bahwa harga ikan sempat menurun di awal tahun namun saat ini kembali naik. “Kita berharap ke depan harga ikan akan kembali naik dan tidak turun lagi. Kami berterima kasih pada Ibu Khofifah yang saat menjadi Gubernur banyak memperhatikan nelayan,” ujarnya.

Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa mengaku senang bisa bertemu dan berdialog dengan para nelayan. "Hari ini saya telah ke Pasar Brondong berlanjut ke Pasar Basah Kliwon, kemudian ke pelabuhan bertemu dengan para nelayan yang tergabung dalam HNSI untuk dialog. Saya ingin mendengar juga dari para nelayan," ujarnya, Kamis (26/9/2024)

Dia mengatakan produksi ikan di Jawa Timur saat ini masih tercatat cukup tinggi, termasuk di wilayah Lamongan. Tingginya produksi atau hasil tangkapan ikan tersebut, juga menarik para pembeli dari luar Indonesia.

“Produksi ikan di Jawa Timur ini tertinggi. Kemarin kita sempat deflasi, deflasi ini tidak hanya di Indonesia, tapi juga di sejumlah belahan dunia. Ketika deflasi banyak yang saving, sehingga belanjanya berkurang, ini juga terjadi di perikanan terutama di awal awal tahun 2024,” kata Khofifah.

“Tetapi bahwa ekonomi sudah membaik. Jadi ada hal yang memang kita lihat ada dinamika pasar baik lokal, nasional maupun internasional,” ujarnya.

Sebagaimana terlihat di sana, kapal-kapal besar bongkar muatan ikan dengan jenis yang begitu beragam. Bahkan ukuran tangkapan ikan yang dihasilkan begitu besar dan banyak. Hal ini dikatakan Khofifah menunjukkan kekayaan sektor perikananan di Jawa Timur.

“Ikan di sini banyak yang dibeli eksportir. Ada kapal-kapal yang secara rutin datang ke sini. Tapi kalau terjadi deflasi di negara importir, akan berpengaruh pada serapan ikan kita,” ujarnya.

Dengan melimpahnya pasokan, lanjut Khofifah, harus ada investor yang masuk ke kawasan dimaksud untuk membuka industri pengolahan ikan. Sehingga, pada saat pasokan berlebih bisa diserap oleh pabrik pengolahan ikan.

"Itu yang harus dipastikan, sehingga kalau ada investor masuk harus bisa memastikan diri soal produksi. Misalnya sehari untuk berapa ribu ton dan di sini bisa mensuplai dengan melihat keseimbangan dari kapasitas nelayan di sini," paparnya.

Dalam kunjungan ke wilayah pesisir Lamongan, ia juga berdialog dengan puluhan Ketua Rumpun Nelayan Pantai Utara (Pantura) di Kantor Himpunan Nelayan Seluruh Indonesi (HNSI).

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Lamongan Syukri berharap jika nantinya Khofifah kembali terpilih menjadi Gubernur Jawa Timur, bisa terus memberikan kesejahteraan kepada masyarakat nelayan Lamongan.

"Selama ini yang menjadi keluhan kita yaitu soal pasokan BBM yang berkurang jadi harus ada gerakan khusus untuk itu," katanya. (*)

Reporter : Lut | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.