07 April 2025

Get In Touch

Serangan Israel Akibatkan 37 Pusat Kesehatan di Lebanon Tak Beroperasi

Ilustrasi serangan udara Israel ke Lebanon.(Foto:ist/Antara)
Ilustrasi serangan udara Israel ke Lebanon.(Foto:ist/Antara)

NEW YORK (Lenteratoday) - Serangan udara Israel ke Lebanon sejak 23 September kemarin mengakibatkan 37 dari 317 pusat kesehatan di Lebanon berhenti beroperasi. Hal itu diumumkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (27/9/2024).

Atas peristiwa tersebut, WHO melalui unggahan di X menekankan pentingnya melindungi fasilitas medis.

Bahkan WHO juga melaporkan bahwa kondisi tersebut telah menimbulkan kesenjangan yang signifikan dalam layanan kesehatan di seluruh negeri. Menurutnya, akses layanan kesehatan sama pentingnya dengan akses makanan, air, dan pengungsian.

Sementara itu, Media Lebanon mengindikasikan bahwa mayoritas pusat medis yang terkena dampak berada di Lebanon selatan.

Sejak Senin, Israel meluncurkan serangan terluas sekaligus terparah terhadap Lebanon, yang mengakibatkan lebih dari 728 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas.

Sementara itu, 2.658 orang lainnya juga terluka dan hampir 390.000 orang mengungsi akibat serangan tersebut, menurut data resmi pemerintah Lebanon.

Sumber: WAFA,antara | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.