04 April 2025

Get In Touch

Dampak Kekeringan di Lamongan Meluas Hingga 114 Dusun

BPBD Kabupaten Lamongan menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan.(foto:ist/Detik/BPBD)
BPBD Kabupaten Lamongan menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan.(foto:ist/Detik/BPBD)

LAMONGAN (Lenteratoday) - Wilayah terdampak kekeringan akibat musim kemarau di Kabupaten Lamongan terus meluas, data terbaru dari BPBD setempat menyebutkan telah menyebar di 114 dusun di 57 desa yang tersebar di 13 kecamatan.

Data yang dihimpun dari BPBD Lamongan hingga kini telah melakukan dropping bantuan air bersih ke 114 dusun, pada 57 desa yang tersebar di 13 kecamatan.

"Jumlah kecamatan yang mengalami kekeringan menjadi 13 kecamatan, ini karena kemarau yang sampai awal bulan Oktober ini masih melanda," kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Joko Raharto, Minggu(13/10/2024).

Joko merinci, 13 kecamatan yang terdampak kekeringan tersebut, di antaranya adalah Kecamatan Tikung, Sarirejo, Lamongan, Kembangbahu, Mantup, Sambeng, Sugio, Kedungpring, Deket, Glagah, Modo, Bluluk dan Sambeng.

Penyaluran bantuan air bersih, terang Joko juga terus dilakukan ke wilayah-wilayah di Lamongan yang mengalami krisis air bersih.

"Bantuan air bersih ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah melalui BPBD, tapi juga diberikan oleh Polres Lamongan, PKK serta bantuan dari pihak swasta," ujarnya.

Joko mengungkapkan selain bantuan air bersih, pihaknya juga mengirimkan bantuan lain berupa jeriken, tandon dan terpal kepada masyarakat terdampak untuk menampung bantuan air bersih yang dikirim oleh BPBD.

Ia mengatakan BPBD Lamongan juga telah melakukan mitigasi daerah, yang berpotensi mengalami kekeringan dan mulai melakukan dropping air bersih.

"SK siaga darurat sudah ditetapkan oleh BMKG sejak Juni 2024 lalu, kami bergerak melakukan pemetaan dan pendataan terhadap desa yang berpotensi dilanda kekeringan dan berakibat pada kekurangan kebutuhan air bersih," paparnya.

Joko mengungkapkan Pemkab Lamongan melalui BPBD Lamongan terus berupaya dalam mengurangi dampak kekeringan atau kemarau ini, dengan melakukan distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak. Hal ini juga dilakukan dengan kolaborasi pentahelix, antara lembaga pemerintah, BUMN ataupun BUMD, dunia usaha, masyarakat dan lain-lain.

Hingga kini, BPBD Lamongan telah mensuplai air bersih kepada warga yang membutuhkan sebanyak 632 tangki dengan total mencapai 3.262.000 liter.

"Selain itu kami telah mendistribusikan 94 profiltank, 136 terpal dan 186 jeriken," pungkasnya.

Sumber: Detik/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.