06 April 2025

Get In Touch

Unusa Beri Kemudahan Biaya Kuliah

Rektor Unusa Prof Dr Achmad Jazidie., M.Eng saat konferensi pers terkait biaya kuliah di tahun akademik 2025-2026. (Amanah/Lenteratoday)
Rektor Unusa Prof Dr Achmad Jazidie., M.Eng saat konferensi pers terkait biaya kuliah di tahun akademik 2025-2026. (Amanah/Lenteratoday)

SURABAYA (Lenteratoday) -Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memutuskan biaya dana pengembangan pendidikan (DPP) dan dana operasional pendidikan (DOP) tahun akademik 2025-2026 yang akan datang tidak dinaikkan.

Hal ini dikarenakan adanya pengumuman BPS tentang terjadinya deflasi dalam lima bulan terakhir, sehingga terjadinya penurunan daya beli di masyarakat.

Rektor Unusa Prof Dr Achmad Jazidie., M.Eng mengatakan, keputusan itu diambil guna memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk bisa memperoleh layanan pendidikan tinggi di tengah gejolak berbagai kenaikan dan turunnya daya beli masyarakat. 

“Memang banyak pakar ekonomi belum berani menyimpulkan secara tegas kenapa terjadi penurunan daya beli di masyarakat, apakah karena persediaan yang melimpah ataukah karena publik kesulitan keuangan. Tapi kami berkesimpulan kondisi ini karena banyak terjadinya PHK dan masih belum pulihnya kondisi perekonomian pasca Vovid-19. Jadi memang sangat berat kondisi perekonomian kita,” tutur Prof. Jazidie, Senin (14/10/2024).

Selain kebijakan tidak menaikan DOP dan DPP, dalam kebijakan pembiayaan mahasiswa tahun akademik 2025-2026, Unusa juga memberikan kemudahan dalam mengangsur dua unsur pembiayaan tersebut. Untuk biaya DPP selama setahun dan satu semester untuk DOP

Pihaknya juga akan mengusahakan penambahan biaya beasiswa baik dari Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (YARSIS) sebagai badan pengelola Unusa maupun dari lembaga lain, baik pemerintah maupun swasta. 

“Tahun ini kami memberikan beasiswa kepada mahasiswa baru lebih dari 250 orang, mereka memperoleh dari KIP Kuliah maupun lembaga lain," sebutnya.

Menyinggung soal daerah asal mahasiswa yang kini menuntut ilmu di Unusa, Prof. Jazidie mengatakan, tahun akademik 2024-2025 ini asal mahasiswa di Unusa dari semua provinsi yang ada di Indonesia, kecuali hanya ada lima provinsi tahun ini, masing-masing dari D.I Yogyakarta, Sumatera Barat, Bengkulu, Bangka Belitung, dan Gorontalo.

“Alhamdulillah meski baru menginjak usia 11 tahun Unusa sudah makin dikenal dan dipercaya masyarakat,” tukasnya.

Reporter: Amanah |Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.