05 April 2025

Get In Touch

Politisi PDI-P: Pertanian dan Perkebunan Solusi Pembangunan Berkelanjutan di Jatim

Politisi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Agus Black Hoe
Politisi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Agus Black Hoe

SURABAYA (Lenteratoday) - Provinsi Jawa Timur memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan. Namun, potensi ini belum sepenuhnya dikelola dengan baik untuk memberikan kesejahteraan maksimal bagi masyarakat setempat.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Agus Black Hoe menyoroti pentingnya penguatan sektor pertanian dan perkebunan sebagai upaya untuk mengatasi berbagai tantangan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan di wilayah tersebut.

Utamanya, Agus Black Hoe menerangkan bahwa sektor pertanian dan perkebunan adalah tulang punggung perekonomian masyarakat di Jawa Timur. Kedua sektor itu tidak hanya menyediakan lapangan kerja bagi mayoritas penduduk, tetapi juga menjadi sumber utama pendapatan bagi mereka.

Agus Black Hoe menegaskan bahwa ada beberapa tantangan utama yang dihadapi petani dan pekebun di Jatim. Tantangan tersebut mencakup akses terhadap bibit unggul, infrastruktur pertanian yang kurang memadai, serta fluktuasi harga komoditas yang sering kali merugikan petani.

“Salah satu masalah terbesar yang dihadapi petani di wilayah ini adalah kurangnya akses terhadap bibit unggul dan teknologi pertanian modern. Banyak petani yang masih menggunakan metode konvensional, sehingga produktivitas mereka tidak maksimal. Selain itu, harga komoditas yang tidak stabil sering kali membuat petani sulit merencanakan masa depan mereka,” jelas Agus Black Hoe, Senin (14/10/2024).

Agus Black Hoe menambahkan, pembangunan infrastruktur yang memadai seperti jalan tani, irigasi yang baik, dan fasilitas penyimpanan hasil panen sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Menurutnya, tanpa adanya infrastruktur yang mendukung, program-program pengembangan pertanian tidak akan berjalan efektif.

Lebih lanjut, selain sektor pertanian, Agus Black Hoe juga melihat potensi besar di sektor perkebunan, terutama untuk komoditas seperti tebu. Menurutnya, perkebunan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur mengingat wilayah ini memiliki lahan yang subur dan cocok untuk pengembangan komoditas tersebut.

Menurut Agus, pengembangan perkebunan ini tidak hanya akan membuka lapangan kerja baru, tetapi juga dapat memberikan sumber pendapatan yang lebih stabil bagi masyarakat di Jawa Timur.

Agus juga menekankan pentingnya inovasi produk untuk meningkatkan nilai tambah dari hasil pertanian dan perkebunan. Ia mendorong para petani untuk belajar mengolah hasil pertanian mereka menjadi produk jadi yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Contohnya, kita bisa mengolah hasil pertanian seperti jagung atau singkong menjadi produk olahan seperti tepung atau makanan ringan. Ini akan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani dibandingkan hanya menjual hasil pertanian dalam bentuk mentah,” pungkas Agus.

Reporter: Pradhita|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.