06 April 2025

Get In Touch

Pemkot Malang Siapkan Operasi Pasar Stabilkan Harga Pangan pada Masa Kampanye Pilkada 2024

Ilustrasi: Masyarakat saat memanfaatkan gelaran operasi pasar dan pangan murah dari Pemkot Malang. (Santi/Lenteratoday)
Ilustrasi: Masyarakat saat memanfaatkan gelaran operasi pasar dan pangan murah dari Pemkot Malang. (Santi/Lenteratoday)

MALANG (Lenteratoday) - Masa kampanye Pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 di Kota Malang, diwarnai dengan kenaikan harga sejumlah komoditas pangan di pasaran.

Peningkatan harga ini disebabkan oleh tingginya permintaan dari para peserta Pilkada, yang diduga membeli bahan pokok dalam jumlah besar untuk keperluan kampanye.

"Ini kan sudah kami antisipsi sebelumnya, jadi ketika masuk tahap kampanye mulai 25 September sampai 23 November 2024 nanti. Saat ini, memang angka inflasi sudah mulai tinggi secara nasional. Itu luar biasa, (harga) minyak goreng, bawang merah, cabai, sembako naik semua," ujar Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, Rabu(16/10/2024).

Iwan menegaskan, Pemkot Malang telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk segera melakukan operasi pasar. Dengan tujuan untuk menstabilkan kondisi di lapangan dan memastikan harga tidak melonjak lebih tinggi.

"Karena pada dasarnya, kita tidak boleh melarang para kontestan untuk membeli dan memborong. Tetapi kita harus melakukan intervensi terkait ketersediaan bahan pokok sehingga tidak terjadi gejolak tinggi," tambahnya.

Lebih lanjut, dalam kondisi seperti ini, Iwan menyebutkan ada dua sisi yang terdampak. Di satu sisi, pedagang diuntungkan karena barang dagangan mereka laris terjual, terutama bahan pokok yang banyak dibutuhkan selama masa kampanye.

Namun di sisi lain, konsumen terutama masyarakat dengan pendapatan rendah, justru terbebani oleh kenaikan harga yang terjadi.

"Memang tidak masalah kalau paeserta Pilkada memborong. Tapi soal ketersediaan dan harga pangan yang naik, nah ini menjadi perhatian kami," tegasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur per Rabu (16/10/2024), kenaikan harga pangan telah terjadi di 4 pasar Kota Malang, yakni Pasar Besar, Pasar Dinoyo, Pasar Oro-oro Dowo, dan Pasar Tawangmangu.

Adapun harga minyak goreng kemasan 1 liter yang sebelumnya Rp 17.300 kini naik menjadi Rp 17.500. Telur ayam ras juga mengalami kenaikan dari Rp 25.300 menjadi Rp 25.500 per kilogram, sementara telur ayam kampung melonjak dari Rp 55.500 menjadi Rp 57.000 per kilogram.

Selain itu, harga cabai merah keriting yang awalnya Rp 24.166 naik menjadi Rp 24.250 per kilogram, dan cabai rawit merah dari Rp 39.100 menjadi Rp 40.750. Komoditas bawang putih dan bawang merah juga tak luput dari kenaikan harga. Bawang putih yang sebelumnya dijual seharga Rp 35.800 per kilogram kini menjadi Rp 36.500, sedangkan bawang merah naik dari Rp 26.500 menjadi Rp 26.750 per kilogram.

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.