
KEDIRI (Lenteratoday) - Sebanyak 129 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sudah selesai direnovasi Pemkot Kediri, masih tersisa 32 rumah dari total rencana 161 rumah yang dibenahi pada 2024.
Pj Wali Kota Kediri, Zanariah meninjau satu dari empat RTLH yang baru selesai direnovasi, dengan rincian satu rumah di Kelurahan Pesantren dan tiga rumah lain di wilayah Kelurahan Ketami.
Rilis Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), Rabu (16/10/2024) menyebutkan peninjauan oleh Pj Wali Kota Zanariah dilakukan sehari sebelumnya, Selasa(15/10/2024).
"Saya datang ke sini untuk melihat dan memastikan, hasil renovasi sudah sesuai. Semoga ini bermanfaat, rumah jadi lebih nyaman untuk ditinggali," ujarnya.
Diungkapkan, bantuan ini bertujuan sebagai stimulus pada masyarakat berpendapatan rendah. Agar dapat memperbaiki kondisi rumah, dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Manfaat lain juga untuk menekan jumlah kawasan kumuh, dan kemiskinan ekstrem di Kota Kediri.
"Saya lihat kondisi rumah sudah layak huni. Saya berpesan kepada penerima manfaat, selalu rawat dengan baik agar tetap nyaman dihuni," ungkapnya.
Ditambahkan, penerima bantuan ini merupakan warga Kota Kediri, yang dibuktikan dengan dokumen dan KTP. Selain itu sudah terdata pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), serta rumah yang terdaftar merupakan bangunan yang berdiri di tanah milik sendiri atau hak waris.
"Nanti penerima bantuan juga wajib menyertakan laporan, pertanggungjawaban penggunaan dana bantuan. Dalam proses penyusunan, Pemkot Kediri telah menyiapkan personel pendamping RTLH yang ada di tingkat kelurahan," imbuhnya.
Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Kediri, Hery Purnomo menjelaskan dana renovasi ini bersumber dari APBD Reguler dan Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemkot Kediri.
"Bantuan yang diterimakan pada RTLH Reguler sebesar Rp 20 juta tiap rumah, sementara RTLH melalui BTT sesuai kebutuhan. Untuk yang melalui BTT tahun ini ada 2 yaitu di Kelurahan Pesantren dan Kelurahan Pakunden," ungkapnya.
Turut mendampingi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ferry Djatmiko, Camat Pesantren Widiantoro, Lurah Pesantren Ensani, Lurah Ketami Yeriastika.
Reporter: Gatot Sunarko, Rls