05 April 2025

Get In Touch

Gantikan Yahya Sinwar, Khaled Mashal Jadi Pemimpin Sementara Hamas

Khaled Mashal. aa.com.tr
Khaled Mashal. aa.com.tr

SURABAYA (Lenteratoday) - Pascameninggalnya pemimpin gerakan Palestina, Hamas, Yahya Sinwar akibat serangan Israel, Khaled Mashal, salah satu pemimpin Hamas disebut menggantikan Sinwar. Hal itu diungkap saluran televisi Lebanon LBCI yang mengutip sejumlah sumber.

Disebutkan bahwa Khaled Mashal, yang memimpin gerakan Hamas di luar Palestina, kini bertanggung jawab atas semua kegiatan komunikasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi dan masalah tahanan. Sejumlah sumber juga mengonfirmasi bahwa pemimpin Hamas itu memberi tahu pejabat Turki, Qatar, dan Mesir tentang kematian Yahya Sinwar.

Militer Israel mengklaim telah membunuh pemimpin Hamas, Yahya Sinwar dalam sebuah operasi di Jalur Gaza selatan. Sinwar dianggap sebagai dalang utama dalam penyerangan oleh Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023.

Upaya pembunuhan terhadap Khaled Mashal pernah dilakukan agen Israel pada 1997 lalu dengan menyuntikan racun. Namun, upaya pembunuhan di Amman, Yordania, itu berhasil digagalkan.

Disinyalir, dalam penyerangan terhadap Mashal adalah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Tindakan tersebut membuat Raja Hussein dari Yordania sangat marah. Ia pun berbicara tentang hukuman gantung terhadap calon pembunuh dan membatalkan perjanjian damai Yordania dengan Israel kecuali penawarnya diserahkan.

Israel melakukannya, dan juga setuju untuk membebaskan pemimpin Hamas Sheikh Ahmed Yassin, hanya untuk membunuhnya tujuh tahun kemudian di Gaza.

Bagi warga Israel dan negara-negara Barat, Hamas adalah kelompok teroris yang bertekad menghancurkan Israel. Sebaliknya bagi rakyat Palestina, Mashal dan pimpinan Hamas lainnya adalah pejuang pembebasan dari pendudukan Israel, yang tetap menjaga perjuangan mereka tetap hidup ketika diplomasi internasional telah mengecewakan mereka.

Mashal , 68, menjadi pemimpin politik Hamas di pengasingan setahun sebelum Israel mencoba menyingkirkannya. Jabatannya sebagai pemimpin politik Hamas, memungkinkan Mashal bertemu dengan pemerintah asing di seluruh dunia, tanpa hambatan oleh pembatasan perjalanan ketat Israel yang memengaruhi pejabat Hamas lainnya. (*)

Sumber : Antara;reuters | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.