
SOLO (Lenteratoday) - Warga dari berbagai daerah tampak berdatangan di kediaman pribadi mantan Presiden Joko Widodo di Jalan Letjen Suprapto, Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo untuk menyambut kedatangan mantan Presiden RI ke-7 tersebut, Minggu(20/10/2024).
Mereka sengaja datang untuk menyambut kepulangan Jokowi ke kampung halamannya di Solo, usai purna tugas sebagai presiden.
Pantauan di lapangan banyak warga yang mencoba datang ke rumah pribadi Jokowi tersebut, namun mereka tidak bisa sampai di depan rumah. Hanya bisa mendekat sampai beberapa meter saja. dari kediaman.
Salah satu warga dari Blitar, Lusiati (50) mengaku sengaja datang ke sini karena ingin tahu dan ikut penyambutan Jokowi.
"Ini satu rombongan, ada 11 orang dan sengaja datang ke sini. Berangkat tadi malam dan tiba di Solo pagi di Masjid Raya Sheikh Zayed terus siangnya ke sini," ujarnya, Minggu(20/10/2024).
Menurutnya datang ke sini rombongan dengan 11 orang ini satu keluarga, karena sangat antusias dan bangga dengan kepemimpinan Jokowi sebagai presiden.
"Jadi ke sini untuk menyambut kedatangan beliau, mudah-mudahan bisa bertemu paling tidak bisa salaman atau setidaknya kita tahu kalau presiden kebanggaan kita sudah pulang ke rumah," ungkapnya.
"Kita satu rombongan 11 orang naik carteran mobil elf Rp 2,5 juta, ini sekeluarga dan semua ngefans sama Pak Jokowi di sini rencana sampai Pak Jokowi datang," lanjutnya.
Lusianti menyebut Jokowi merupakan sosok pemimpin yang patut ditiru dan dibanggakan kepemimpinannya, beliau memiliki gagasan-gagasan yang sangat bagus sekali.
"Terobosan dan blusukannya itu yang membuat kita dari masyarakat kecil, menjadi sangat terharu dan mengena. Merasa dekat dengan rakyakatnya," sambung dia.
Diharapkan sosok Jokowi itu bisa diteruskan sang putra sulung, sebagai wakil presiden yakni Gibran Rakabuming Raka.
"Semoga Pak Prabowo dan Mas Gibran nanti menjadi pemimpin yang lebih baik, setidaknya atas arahan Pak Jokowi. Dan yang kurang baik bisa ditambal dengan yang lebih baik lagi dari Pak Prabowo dan Mas Gibran nantinya," jelasnya.
Lusiati mengaku memang setiap kepemimpinan itu ada plus dan minusnya, jadi wajar ada orang yang suka ada juga yang tidak suka sehingga mengkritik.
"Jadi itu tergantung penilaian pribadi masing-masing. Setiap pemimpin pasti ada plus dan minusnya," imbuhnya.
Sumber: SuaraSurakarta/Editor: Ais