
SURABAYA (Lenteratoday) – Calon Bupati Jember nomor urut 2, Muhammad Fawait atau dikenal Gus Fawait kembali menegaskan komitmennya memperjuangkan hak guru ngaji dan Madrasah Diniyah di Jember, serta memperbaiki sistem penyaluran tunjangan guru ngaji yang tidak diberikan secara rutin selama empat tahun terakhir.
"Banyak guru ngaji yang mengeluh kepada saya, mereka seharusnya menerima tunjangan empat kali dalam setahun. Tapi empat tahun terakhir, hanya diterima sekali. Bahkan, untuk tahun ini, berkas administrasi sudah diajukan sejak awal Ramadan, namun sampai sekarang tunjangan tersebut belum juga cair," ungkap Gus Fawait, Senin(21/10/2024).
Menurutnya, masalah ini tidak boleh terulang di masa depan, karena guru ngaji adalah pilar utama dalam membangun jiwa masyarakat Jember.
"Membangun jiwa warga Jember sesuai dengan lagu kebangsaan kita adalah tanggung jawab besar, dan guru Madrasah Diniyah serta para guru ngaji adalah garda terdepan dalam membentuk jiwa-jiwa yang kuat dan berakhlak," tegas Gus Fawait.
Lebih lanjut, Presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN) ini berkomitmen, jika terpilih menjadi Bupati Jember akan memastikan bahwa perhatian terhadap pesantren dan para guru ngaji menjadi prioritas utamanya.
"Madrasah Diniyah dan pesantren akan kami perhatikan dengan layak, dan tunjangan guru ngaji akan dinaikkan serta disalurkan secara rutin dan terhormat," tandasnya.
Atas komitmennya ini, Gus Fawait menerima dukungan dari ratusan alumni Pondok Pesantren Bata-Bata Banyuanyar, Jember yang tergabung dalam Sahabat Mas Iben, Jumat(18/10/2024). Ia dinilai calon pemimpin yang paling tepat, karena berasal dari golongan santri.
"Alhamdulillah, dukungan ini menjadi suntikan semangat bagi kami untuk terus berjuang memenangkan Pilbup Jember 2024 dan membawa perubahan yang lebih baik bagi pesantren dan masyarakat Jember ke depannya," pungkas Gus Fawait.
Reporter: Pradhita/Editor: Ais