
SURABAYA (Lenteratoday) - Operasi Hizbullah di Lebanon selatan selama 24 jam terakhir menewaskan lima perwira Israel dan 37 orang lainnya yang terluka seperti pengakuan pihak Israel Kamis (24/10/2024) seperti dilporkan Al Mayadeen.
Menurut laporan media Israel, kelima korban tewas tersebut terjadi dalam dua insiden terpisah. Yang pertama, yang merenggut nyawa empat tentara, terjadi pada Rabu malam, sementara yang kedua terjadi pada Kamis pagi, yang mengakibatkan kematian kelima.
Insiden pertama, yang digambarkan oleh media Israel sebagai "serius", terjadi di tempat yang mereka sebut sebagai salah satu "daerah kompleks" Hizbullah di sektor barat Lebanon selatan, di dekat perbatasan di seberang pemukiman Israel, Zar'it.
Keempat tentara tersebut merupakan anggota Brigade Carmeli, sebuah unit infanteri cadangan dalam pasukan pendudukan Israel. Enam tentara lainnya dari brigade yang sama juga terluka parah dalam serangan itu.
Hizbullah, seperti dikutip Al Jazeera, mengatakan tentara Israel terbunuh dan tank-tanknya hancur di Aita al-Shaab Kelompok bersenjata Lebanon melaporkan bahwa anggotanya terlibat dalam baku tembak jarak dekat dengan tentara Israel di kota Aita al-Shaab, Lebanon selatan, di sepanjang perbatasan dengan Israel pada siang hari.
Sebuah tank Merkava mencoba memberikan dukungan kepada tentara Israel namun dihancurkan, menurut Hizbullah, yang mengatakan bahwa bentrokan masih berlangsung. Mereka juga melaporkan serangan terpisah terhadap sebuah tank Merkava dengan menggunakan peluru kendali.
Kelompok ini juga melaporkan beberapa serangan roket baru, dengan mengatakan bahwa mereka menargetkan tentara Israel di Misgav Am, kota Kiryat Shmona, tentara di Manara dan sebuah pangkalan logistik yang berafiliasi dengan Komando Utara militer Israel yang terletak di antara Nahariya dan Acre.
Sementara itu, militer Israel telah melaporkan setidaknya 52 peluncuran roket dari wilayah Lebanon, dan mengatakan bahwa beberapa di antaranya berhasil dicegat.(*)
Sumber : Tempo | Editor : Lutfiyu Handi