04 April 2025

Get In Touch

Dukung Program Pemetaan Kementerian ATR/BPN, ITN Malang Terima Hibah Peralatan Survei

ITN Malang menerima hibah peralatan survei dan pemetaan dari Kementerian ATR/BPN. (dok. Humas ITN Malang)
ITN Malang menerima hibah peralatan survei dan pemetaan dari Kementerian ATR/BPN. (dok. Humas ITN Malang)

MALANG (Lenteratoday) - Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, melalui Program Studi Teknik Geodesi S-1, menerima hibah peralatan survei dan pemetaan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Hibah yang diberikan mencakup drone tipe DJI Mavic 3 Enterprise senilai lebih dari Rp 190 juta.

Peralatan yang diterima oleh ITN Malang ini akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pembelajaran, penelitian, serta pengabdian masyarakat. Terlebih dalam memperkuat program ATR/BPN dalam survei dan pemetaan, khususnya dalam penambahan cakupan peta dasar pertanahan di seluruh Indonesia.

"Dengan teknologi terkini ini, mahasiswa dapat melakukan praktik langsung, sehingga siap menjadi operator pengolahan data yang mampu mendukung stakeholder di bidang pemetaan 3 dimensi (3D)," Kepala Program Studi Teknik Geodesi S-1, Dedy Kurnia Sunaryo, Jumat (25/10/2024).

Menurut Dedy, hibah ini juga sejalan dengan upaya Kementerian ATR/BPN untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pemetaan tanah di berbagai wilayah.

Dengan adanya drone DJI Mavic 3 Enterprise, sambungnya, proses survei dan pemetaan dapat dilakukan dengan cepat dan akurat, sehingga target untuk menghasilkan ortofoto dengan cakupan minimal 4.000 hektar dalam kurun waktu tiga tahun dapat tercapai.

"Ortofoto sendiri merupakan foto udara yang telah dikoreksi secara geometris untuk menghasilkan data yang konsisten dan dapat diandalkan," jelasnya.

Dedy menambahkan, mahasiswa ITN Malang juga akan terlibat dalam kegiatan survei dan pemetaan melalui skema kerja praktik dan praktik kerja lapangan. Hal ini diharapkan dapat membantu mewujudkan database BPN yang lebih lengkap, tidak hanya dalam bentuk 2D tetapi juga 3D.

Sebagai informasi, sebelum penyerahan hibah, pada Rabu (16/10/2024) lalu, telah diadakan pelatihan penggunaan drone untuk dosen-dosen Teknik Geodesi. Di mana pelatihan ini bertujuan agar para dosen memiliki kemampuan teknis dalam mengoperasikan drone dan dapat membimbing mahasiswa dalam kegiatan pemetaan dan penelitian.

Terpisah, dosen Teknik Geodesi, Ketut Tomy Suhari, juga menghendaki pentingnya dukungan fasilitas seperti drone untuk mengembangkan penelitian di kampus.

"Kelebihannya drone ini juga bisa berpikir sendiri. Bisa mengkalkulasi, jika baterai sudah menipis drone akan kembali ke operator, atau landing (Return to Home). Bergantung kecukupan baterainya," jelasnya. (*)

Reporter: Santi Wahyu | Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.